Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety

4 hours ago 5

loading...

BTC bekerja sama dengan The Gordon Institute of TAFE Australia menghadirkan program pelatihan butchery, meat preparation, cookery, dan food safety. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Butchery Training Centre (BTC) bekerja sama dengan The Gordon Institute of TAFE Australia menghadirkan program pelatihan butchery, meat preparation, cookery, dan food safety berstandar internasional di Jakarta pada Juli-Agustus 2026. Program tersebut ditujukan untuk m22eningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia di sektor pengolahan daging, kuliner, dan layanan makanan yang tengah menghadapi kebutuhan besar akan tenaga terampil.

"Melalui kolaborasi dengan The Gordon kami ingin membuka akses terhadap pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini sekaligus mempersiapkan talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global," kata Program Director Butchery Training Centre Carlos Lalack dalam keterangannya, Selasa (17/6/2026).

Baca Juga: Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai

Kolaborasi tersebut terlaksana dengan dukungan Yes to International Students Fund, sebuah inisiatif Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, yang bertujuan memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan antarnegara.

Menurut Carlos, pelatihan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan industri hospitality dan foodservice di Indonesia akan tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan teknis, pemahaman keamanan pangan, serta kompetensi yang sesuai dengan standar internasional. Program akan dilaksanakan secara langsung di Jakarta sebagai proyek percontohan untuk mengukur kebutuhan pasar dan potensi pengembangan jangka panjang di Indonesia.

Secara global, industri pengolahan daging menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja terampil. Laporan industri meat processing 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen pelaku industri mengalami kesulitan mendapatkan pekerja yang memiliki kompetensi sesuai standar operasional dan keamanan pangan internasional.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |