AS-China Saling Balas Sanksi Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

6 hours ago 3

loading...

AS dan China kembali menerapkan sanksi serta pengendalian ekspor secara timbal balik beberapa pekan menjelang rencana pertemuan puncak Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada September. FOTO/SCMP

BEIJING - Amerika Serikat (AS) dan China kembali menerapkan sanksi serta pengendalian ekspor secara timbal balik beberapa pekan menjelang rencana pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada September. Eskalasi tersebut menguji ketahanan stabilitas hubungan ekonomi kedua negara yang selama ini disebut sebagai stabilitas strategis konstruktif.

"Kami tidak memiliki pilihan selain mengambil langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan China, seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP), sebagai respons atas serangkaian kebijakan terbaru AS.

Kementerian Perdagangan China pada Rabu, menjatuhkan sanksi terhadap tujuh entitas Amerika Serikat dan memperketat pengendalian ekspor pesawat nirawak atau drone beserta teknologi terkait yang ditujukan ke AS. Beijing juga memulai penyelidikan keamanan nasional terhadap peralatan kantor impor yang menggunakan perangkat lunak asing, yang disebut Japan Times sebagai penyelidikan pertama berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri China yang baru direvisi.

Selain itu, China menangguhkan jalur sertifikasi cepat bagi pabrik-pabrik AS yang mengekspor sejumlah barang, termasuk peralatan listrik, ke pasar China. Beijing menyatakan langkah tersebut merupakan balasan atas pencantuman 43 perusahaan China dalam daftar entitas berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur milik AS, larangan Komisi Komunikasi Federal AS terhadap impor robot humanoid dan inverter listrik buatan asing, sanksi terhadap operator pelayaran China, serta pemblokiran dua universitas sipil China.

Baca Juga: Tarif Trump Ilegal? AS Resmi Kembalikan Dana Jumbo Rp1.787 Triliun ke Korporasi

Sehari kemudian, Trump menandatangani proklamasi yang menetapkan tarif sebesar 15 persen terhadap polisilikon dan produk turunannya, disertai penetapan harga impor minimum. Kebijakan itu menyasar dominasi China atas bahan baku penting untuk panel surya dan industri semikonduktor, sekaligus ditujukan untuk membangun kembali rantai pasok domestik AS.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |