Trump Pertimbangkan untuk Melenyapkan Seluruh Negara Iran

5 hours ago 5

loading...

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk melenyapkan seluruh negara Iran jika Teheran tidak membuat kesepakatan dengan Washington. Foto/The White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk melenyapkan seluruh negara Iran di tengah klaim bahwa Amerika bersiap untuk melanjutkan aksi militer terhadap rezim republik Islam tersebut.

Presiden AS itu juga mengisyaratkan bahwa dia bisa "membiarkan mereka hancur secara ekonomi"—sementara Teheran terhimpit oleh blokade Angkatan Laut—atau mencapai kesepakatan damai.

Baca Juga: Menkeu AS: Besok, Seluruh Maskapai Penerbangan Iran Berhenti Beroperasi di Seluruh Dunia

Pada hari Minggu, Iran menyatakan sedang bersiap menghadapi kemungkinan serangan udara dan mengancam akan melakukan pembalasan.

Kedutaan Besar AS dan Departemen Luar Negeri AS sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi para warga Amerika di seluruh Timur Tengah di tengah memanasnya pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.

Trump, yang meninggalkan tempat peristirahatan presiden di Camp David lebih awal dari jadwal pada hari Sabtu untuk kembali ke Gedung Putih, mengatakan kepada Fox News bahwa dia sedang dalam "mode pengambilan keputusan". "Hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat," katanya.

"Pilihannya adalah melenyapkan Iran, membiarkan mereka hancur secara ekonomi, atau membuat kesepakatan," ujarnya, yang dikutip The Telegraph, Selasa (22/9/2026). "Pertanyaan saya adalah apakah dan kapan saya akan melenyapkan seluruh negara itu?"

Hal ini menandai kembalinya retorika Presiden Trump yang lebih agresif, sementara kesepakatan damai atau kemenangan telak atas Teheran terus sulit dicapainya.

Sebelumnya, dia pernah mengancam akan "menghancurkan seluruh negara", "mengebom Iran hingga kembali ke Zaman Batu", dan menyatakan pada bulan Mei: "Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dibangkitkan kembali."

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |