loading...
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp17.897 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini ditopang fundamental ekonomi domestik yang tetap solid, terutama posisi cadangan devisa yang terjaga. Meski demikian, pelaku pasar masih mewaspadai eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang berpotensi memicu volatilitas pada pekan depan.
"Secara sentimen dari internal, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar 145,3 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar 145,6 miliar dolar AS," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya dikutip pada Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Cadangan Devisa RI per Juli 2026 Stagnan di USD145 Miliar, BI Ungkap Pengaruh Domestik dan Global
Ibrahim mengatakan stabilnya cadangan devisa didukung oleh penerimaan pajak dan sektor jasa, serta penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah. Di sisi lain, posisi tersebut juga dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan Bank Indonesia (BI) di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Menurutnya cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor sehingga dinilai memadai untuk menjaga ketahanan sektor eksternal, stabilitas makroekonomi, dan sistem keuangan nasional.
BI juga meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan tetap terjaga dengan dukungan cadangan devisa yang kuat serta berlanjutnya aliran modal asing. Optimisme tersebut didorong persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan daya tarik imbal hasil investasi domestik, seiring sinergi BI dan pemerintah dalam memperkuat stabilitas ekonomi.































