Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional

4 hours ago 3

loading...

Meski memberikan keuntungan kompetitif bagi sektor ekspor, pelemahan rupiah menjadi ancaman serius bagi sektor manufaktur dan daya beli masyarakat luas. Foto/Dok

JAKARTA - Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam dua bulan terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran pada stabilitas ekonomi nasional. Meski memberikan keuntungan kompetitif bagi sektor ekspor, pelemahan rupiah ini menjadi ancaman serius bagi sektor manufaktur dan daya beli masyarakat luas.

Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dipicu oleh kombinasi kompleks antara faktor fundamental ekonomi Indonesia, ketidakpastian kebijakan domestik, faktor musiman, hingga tensi geopolitik global. Namun analisis terbaru menunjukkan bahwa rapuhnya fundamental ekonomi dan ketidakpastian kebijakan di dalam negeri justru memberikan pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan sentimen eksternal.

Kondisi nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar AS mulai memberikan dampak nyata bagi sektor industri nasional. Kenaikan harga barang impor menjadi beban tambahan yang harus dipikul oleh perusahaan manufaktur di dalam negeri.

Baca Juga: Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia

"Nilai tukar memang bisa melemahkan perekonomian nasional, terutama dari sisi impor yang lebih mahal, yang akan menekan industri-industri yang banyak bergantung pada bahan baku impor, seperti industri farmasi, industri kimia, bahkan ini juga elektronika, otomotif, dan lain-lain," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, Faisal mencatat adanya celah keuntungan bagi sektor ekspor yang produknya menjadi lebih murah dan kompetitif di pasar global dibandingkan negara lain yang mata uangnya tidak terdepresiasi separah rupiah, seperti Ringgit Malaysia. Kendati demikian, keuntungan ekspor tersebut harus dibayar mahal oleh penurunan kesejahteraan konsumen domestik.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |