Kapal Induk dan 5.000 Tentara AS Merapat ke Pattaya, Ada Uang Besar dan Risiko Wisata Seks

4 hours ago 4

loading...

Kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa sekitar 5.000 tentara AS sedang menuju Pattaya, wilayah Thailand yang terkenal dengan wisata seks-nya. Foto/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Clint Davis

BANGKOK - Setelah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah, kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) akan bersandar di kota wisata Pattaya, Thailand, pekan ini. Kehadirannya yang membawa sekitar 5.000 tentara memunculkan harapan terhadap peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga kekhawatiran terkait wisata seks sehingga otoritas setempat memperketat pengawasan di sejumlah kawasan.

USS Abraham Lincoln dijadwalkan bersandar pada Rabu (2/9/2026) di Pelabuhan Laem Chabang yang berada di dekat Pattaya, bersama dua kapal Angkatan Laut AS yang mengiringinya. Menurut pejabat Thailand, kedatangan tersebut memungkinkan sekitar 5.000 pelaut dan marinir di dalam kapal untuk beristirahat dan memulihkan kondisi setelah menghabiskan lebih dari 250 hari di laut.

Baca Juga: Mundur dari Perang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Amerika Akan Mampir di Dekat Indonesia

Menjelang kedatangannya, polisi mempersiapkan patroli tambahan di sekitar kawasan pantai utama dan distrik hiburan malam Pattaya. Langkah tersebut dilakukan setelah penggerebekan pada akhir pekan yang membuat 40 hingga 50 orang ditahan karena diduga terlibat prostitusi.

"Kami melakukan yang terbaik, tetapi ini sulit," kata Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo pada hari Senin (31/8/2026), yang dilansir Reuters. Dia menjelaskan bahwa pekerja seks komersial (PSK) berpotensi menawarkan jasa di ruang publik tanpa diketahui aparat.

Prostitusi merupakan tindakan ilegal di Thailand. Namun, meskipun sesekali dilakukan operasi penertiban, industri seks terlihat secara terbuka di sejumlah pusat pariwisata utama, termasuk beberapa kawasan di Bangkok dan Pattaya.

USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalan asalnya di San Diego pada November dan kemudian dialihkan ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer dalam perang AS-Israel melawan Iran. Menurut anggota parlemen Partai Demokrat AS, penugasan tersebut mencatat rekor modern untuk jumlah hari berturut-turut sebuah kapal berada di laut.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |