Nepal Waswas Banjir Dahsyat Lagi, Korban Tewas Tembus 800 Orang, 3.000 Lebih Masih Hilang

3 hours ago 6

loading...

Nepal keluarkan peringatan banjir dahsyat lagi ketika banjir bandang di perbatasannya dengan Tibet telah menewaskan lebih dari 800 orang. Foto/NDTV

KATHMANDU - Ancaman banjir kembali membayangi Nepal ketika ribuan tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan orang-orang yang masih hilang, enam hari setelah longsoran gletser memicu bencana mematikan di sepanjang perbatasan dengan Tibet.

Menurut data terbaru, jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal dan Tibet telah tembus 800 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Viral, Rumah di Nepal Ini Selamat saat Banyak Bangunan Lain Lenyap Tersapu Banjir Dahsyat

Peringatan banjir besar kembali dikeluarkan setelah otoritas China memberi tahu pihak Nepal mengenai peningkatan aliran air di bagian hulu sungai. Otoritas di Kathmandu mengatakan permukaan air Sungai Bhotekoshi meningkat ke level berbahaya, sementara cuaca yang memburuk mengancam memicu banjir bandang lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, tim penyelamat terus bekerja membersihkan jalan yang menghubungkan Kathmandu dengan wilayah-wilayah yang terdampak banjir.

Ancaman Banjir Dahsyat Baru

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, mengutip Kementerian Sumber Daya Air China, melaporkan bahwa sebuah danau baru terbentuk setelah banjir pada Rabu di wilayah pegunungan sebagian besar telah surut.

Namun, Xinhua menyebut kementerian tersebut memperingatkan bahwa sebuah cekungan yang berada 5,6 kilometer di bagian hulu masih menyimpan risiko. Cekungan itu diperkirakan menampung sekitar 1,4 juta meter kubik air sehingga membutuhkan pemantauan ketat.

Hujan yang turun sepanjang malam dan meningkatnya debit sungai juga menghambat operasi penyelamatan. Menurut Angkatan Darat Nepal, air sempat menggenangi area penggalian sebelum kondisi kembali membaik.

Korban Tewas Tembus 800 Orang

Menurut badan penanggulangan bencana Nepal, jumlah korban tewas telah mencapai 788 orang dengan 2.502 orang masih hilang. Sementara itu, otoritas China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di sisi perbatasan China.

Mereka yang hilang termasuk ratusan warga dari lebih dari selusin negara, termasuk India. Mereka berada di wilayah tersebut untuk bekerja, mengunjungi pegunungan, atau melakukan ziarah ke sebuah puncak yang dianggap suci.

Media pemerintah China mengatakan 261 warga asing masih hilang di Tibet, termasuk lebih dari 100 warga Nepal dan warga negara lain dari berbagai penjuru dunia.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |