Siapa Solehah Yaacob? Profesor Malaysia yang Dipecat usai Klaim Orang Melayu Bisa Terbang

4 hours ago 6

loading...

Solehah Yaacob, akademisi Malaysia yang melontarkan berbagai klaim kontroversial, termasuk klaim orang Melayu bisa terbang. Foto/Facebook Solehah Yaacob

JAKARTA - Namanya Solehah Yaacob, akademisi perempuan Malaysia yang sempat menyandang gelar profesor. Sosoknya mendadak menjadi sorotan luas di negara tersebut bukan karena temuan ilmiah yang mengubah sejarah, melainkan karena serangkaian klaim kontroversialnya tentang masa lalu bangsa Melayu.

Solehah sebelumnya adalah profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM). Namun, dia dipecat dan dilarang oleh kampus itu menyandang gelar profesor.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Dukung China Gunakan Kekuatan terhadap Taiwan, Taipei Marah

Pemecatan itu terjadi setelah dia melontarkan berbagai klaim tentang orang Melayu kuno. Di antaranya, kata dia, orang Melayu kuno memiliki kemampuan terbang, mengajarkan “kungfu terbang” kepada orang China, hingga mengajari bangsa Romawi kuno membuat kapal.

Serangkaian pernyataan tersebut akhirnya membawa persoalan ke ranah yang lebih serius. Pada Agustus 2026, IIUM mengonfirmasi bahwa masa kerja akademik Solehah telah berakhir pada 27 April 2026. Universitas tersebut menegaskan bahwa Solehah tidak lagi berstatus profesor maupun mewakili IIUM dalam kapasitas resmi apa pun, sebagaimana dikutip dari Bernama.

Profil Solehah Yaacob

Solehah sebenarnya bukan orang yang tidak memiliki latar belakang akademik. Dia dikenal sebagai akademisi di bidang bahasa dan linguistik Arab.

Profil akademiknya menunjukkan bahwa dia menempuh pendidikan tinggi di IIUM, meraih gelar sarjana Bahasa Arab, magister pengajaran Bahasa Arab sebagai bahasa kedua, dan doktor dalam bidang Bahasa Arab dengan spesialisasi filsafat tata bahasa Arab.

Kariernya di IIUM berlangsung selama puluhan tahun. Dalam riwayat akademiknya, dia tercatat bergabung dengan universitas tersebut sejak 1990-an dan kemudian naik melalui berbagai jenjang akademik hingga menjadi profesor pada 2020.

Bidang keahliannya terutama berkaitan dengan tata bahasa Arab, linguistik historis, semantik, bahasa dan budaya, serta kajian mengenai hubungan bahasa dengan perkembangan peradaban.

Repository resmi IIUM juga mencatat berbagai karya Solehah, termasuk penelitian mengenai perkembangan historis bahasa Arab, filsafat tata bahasa Arab, sejarah bahasa, serta hubungan bahasa, budaya dan peradaban.

Dengan latar belakang tersebut, kontroversi yang kemudian muncul justru banyak berkaitan dengan sejarah dan peradaban Melayu, bukan semata-mata bidang linguistik Arab yang menjadi spesialisasinya.

Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Salah satu pernyataan yang paling viral muncul dalam sebuah podcast kelompok Gabungan Nasionalis pada 2025.

Dalam materi tersebut, Solehah dikaitkan dengan klaim bahwa orang Melayu kuno memiliki kemampuan terbang dan bahkan mengajarkan “flying kung fu” atau “kungfu terbang” kepada orang China.

Pernyataan itu kemudian memicu reaksi keras dari sejumlah akademisi dan sejarawan.

Dr Sahul Hamid Mohamed Maiddin dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), misalnya, menegaskan bahwa sejarah harus dibangun berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi, bukan mitos atau cerita fantastis. Dia dan akademisi lainnya menyebut klaim tersebut tidak memiliki dasar historis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |