FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi

7 hours ago 7

loading...

FIFA memperkenalkan 11 regulasi baru di Piala Dunia 2026 yang dirancang untuk mempercepat tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, serta memperluas penggunaan VAR di bawah pengawasan kepala wasit Pierluigi Collina / Foto: Ilustrasi AI

JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen dengan perubahan aturan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. FIFA memperkenalkan 11 regulasi baru yang dirancang untuk mempercepat tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, serta memperluas penggunaan VAR di bawah pengawasan kepala wasit Pierluigi Collina.

Sejumlah aturan ini bahkan akan mulai diadopsi di kompetisi domestik seperti Liga Inggris dan Liga Skotlandia pada musim depan. Salah satu perubahan terbesar adalah upaya keras FIFA mengurangi waktu terbuang dalam pertandingan.

Mengutip laporan BBC, Kamis (11/6/2026), untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, wasit kini dapat menerapkan hitungan mundur lima detik. Jika pemain dianggap sengaja menunda, lawan akan mendapat tendangan sudut atau lemparan ke dalam.

Baca Juga:Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA

Aturan serupa juga berlaku untuk penjaga gawang yang mengulur waktu, dengan hitungan visual dari wasit seperti sistem delapan detik yang sudah diterapkan sebelumnya. Selain itu, pergantian pemain juga dibatasi.

Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum bisa masuk, membuat tim berpotensi bermain dengan 10 orang sementara.

FIFA juga memperketat aturan terkait penanganan cedera. Jika fisioterapis masuk ke lapangan, pemain wajib keluar selama satu menit sebelum bisa kembali bermain. Aturan ini dimaksudkan untuk mencegah "drama cedera" yang kerap digunakan untuk mengulur waktu, meski tetap ada pengecualian untuk kasus serius seperti cedera kepala, benturan kiper-pemain, atau situasi darurat lainnya.

Perubahan dalam Perilaku dan Taktik

FIFA juga menargetkan praktik "jeda taktis" yang kerap dilakukan tim melalui kiper yang berpura-pura cedera untuk memberi instruksi. Kini, pemain dilarang mendatangi area teknis saat situasi tersebut terjadi, meski efektivitas aturan ini masih diperdebatkan.

Teknologi VAR juga diperluas ke empat area baru. Di antaranya adalah:

1. Verifikasi tendangan sudut yang salah diberikan
2. Peninjauan kartu merah akibat kartu kuning kedua
3. Pelanggaran sebelum bola aktif yang berdampak pada gol atau penalti
4. Koreksi kesalahan identitas pemain yang dihukum

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |