Trump Bilang Perang AS Melawan Iran Bisa 1 Bulan, Ini Analisis Pakar

15 hours ago 12

loading...

Presiden Donald Trump sebut perang AS dan Israel melawan Iran bisa berlangsung hingga sebulan. Foto/Anadolu

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran bisa berlangsung hingga empat minggu atau satu bulan. Itu disampaikannya kepada media Inggris, Daily Mail.

“Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu. Ini selalu merupakan proses sekitar empat minggu jadi—sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu—atau kurang,” papar Trump.

Baca Juga: AS Hancurkan dan Tenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran

Profesor Emeritus Studi Timur Tengah di Universitas Nasional Australia, Amin Saikal, mengatakan kepada news.com.au, Senin (2/3/2026), bahwa sudah jelas perang ini tidak akan berakhir dalam beberapa hari.

Menurutnya, tujuan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah jelas, yakni perubahan rezim di Iran.

Namun, menurutnya, tujuan tersebut hampir menjamin pertempuran yang berkepanjangan. “Rezim [Iran] kemungkinan besar akan terus melawan karena ini menyangkut kelangsungan hidup rezim,” katanya.

Berbeda dengan Venezuela, Iran tidak lengah menghadapi serangan AS dan Israel.

Profesor Saikal mengatakan Teheran telah lama mengantisipasi konfrontasi besar dengan AS dan Israel, serta telah mempersiapkan diri sesuai dengan itu.

“Mereka memang memiliki banyak persenjataan militer—yang terpenting adalah rudal jarak pendek dan jarak jauh. Mereka juga memiliki ribuan drone," jelasnya.

Iran telah menjadi salah satu produsen drone utama di dunia, memasok sejumlah besar drone ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina.

Teheran juga telah menyatakan secara terbuka bahwa jika konfrontasi lain terjadi, itu akan berlangsung lama.

“Mereka telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang lebih lama daripada yang singkat,” kata Profesor Saikal, seraya mencatat bahwa dalam perang 12 hari pada Juni tahun lalu, Israel, bukan Iran, yang menyerukan gencatan senjata.

Salah satu argumen yang semakin populer adalah bahwa menyingkirkan pimpinan tertinggi Iran dapat menyebabkan runtuhnya rezim dari dalam.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |