loading...
Sesi perkenalan mengenai Seed Transformation Program (STP) di Jakarta, Selasa (13/5/2026). Foto/Istimewa.
JAKARTA - Stanford University merupakan salah satu dari lima besar universitas dengan program pendidikan yang diakui dunia. Bukan hanya pendidikan akademiknya, Stanford juga memiliki program pelatihan bisnis khusus bagi pengusaha di negara berkembang.
Pelatihan tersebut bernama Stanford Seed Transformation Program (STP), yang merupakan bagian dari Stanford Graduate School of Business (GSB). Program ini telah hadir di Afrika, Asia Selatan, dan kini di Indonesia.
Baca juga: MNC University Dorong Peran OSIS Lewat Jakarta Youth Achievement Award 2026
Program pelatihan bisnis tersebut diperuntukkan bagi pengusaha atau pemilik bisnis skala menengah yang ingin mentransformasi usahanya agar berkembang lebih baik.
Harapannya, program ini dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mengurangi angka kemiskinan global, sesuai visi Stanford Seed. Seluruh kurikulum disiapkan langsung oleh tim Stanford Graduate School of Business (GSB).
Pendaftaran untuk angkatan 2027 bagi pengusaha Indonesia sudah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juni 2026.
“Dalam kesempatan ini kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, CEO, dan founder yang siap mengembangkan perusahaan mereka. Apalagi dalam program kali ini, kami juga menawarkan beasiswa bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujar Philip Setiadi, Country Director Stanford Seed Indonesia di bawah naungan Yayasan Warisan Inspirasi Nusantara, dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
Program paruh waktu selama 10 bulan ini sebelumnya telah mentransformasi lebih dari 1.500 pengusaha dan perusahaan di tiga wilayah regional, yakni Afrika, Asia Selatan, dan Indonesia. Program tersebut juga mencatat berbagai pencapaian positif.
Sekitar 87 persen perusahaan peserta berhasil memperoleh pendanaan setelah menyelesaikan program, dengan peningkatan pendapatan median mencapai 29 persen dalam satu tahun. Secara kolektif, lulusan STP telah mengamankan pendanaan senilai USD 2 miliar dalam bentuk pinjaman, ekuitas, dan hibah.
Di Indonesia, sebagian besar perusahaan peserta juga berhasil memperoleh pembiayaan. Selain itu, sebanyak 56 persen peserta memperluas penjualan ke kota, provinsi, atau negara baru pada 2025. Sebanyak 56 persen lainnya memperluas segmen pelanggan baru dan jumlah yang sama juga meluncurkan inovasi produk maupun layanan baru.


































