Situasi Memanas, Iran Ancam Targetkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz

2 hours ago 4

loading...

Iran ancam targetkan kapal perang AS jika paksa kapal-kapal lewat rute yang berbeda dari yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz. Foto/X @CENTCOM

TEHERAN - Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang mencoba mengubah koridor pelayaran yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz. Ancaman ini menandai memanasnya kembali konflik antara kedua negara.

Iran mengumumkan bahwa mereka akan menargetkan kapal perang AS mana pun yang mencoba memaksakan rute yang berbeda dari yang telah diizinkan Teheran untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pengumuman ini disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaee, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!

"(Kami tidak akan mengizinkan) koridor kedua dibuka. Bahkan jika mereka (AS) mengerahkan kapal perang, kami akan menargetkan mereka," ujarnya, dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Iran pada hari Senin, yang dikutip AP, Selasa (4/8/2026).

Rezaee juga memperingatkan akan menargetkan kapal dan pangkalan AS jika militer Washington tetap melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Pasti akan ada bahaya serius bagi kapal dan pangkalan AS. Kami tidak akan duduk dan menyaksikan AS melanjutkan blokade laut," ujarnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Republik Islam Iran memiliki kesempatan terakhir untuk membuat kesepakatan yang baik. Jika tidak, "kepala"-nya akan dipenggal—sebuah isyarat untuk penggulingan rezim.

Trump mengeklaim bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung meskipun Teheran membantah terlibat perundingan dengan Washington.

Trump, yang berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Senin, mengatakan dia setuju untuk terus melanjutkan perundingan dengan Iran atas permintaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan negara-negara lain.

Kementerian Luar Negeri Iran membantah bahwa negosiasi dengan Washington sedang berlangsung, tetapi Trump bersikeras bahwa negosiasi tersebut sedang berlangsung. "Kami sedang berbicara sekarang," katanya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |