Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya

10 hours ago 6

loading...

Diterpa beragam sentimen domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026) naik 29 poin atau sekitar 0,17% ke level Rp16.800 per dolar AS. Foto/Dok

JAKARTA - Diterpa beragam sentimen domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026) naik 29 poin atau sekitar 0,17% ke level Rp16.800 per dolar AS. Moody's Ratings (Moody's) telah memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi berdenominasi yuan offshore China dan Euro yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan mekanisme shelf registration (obligasi berkelanjutan) senilai USD10 miliar.

"Secara fundamental, Moody’s masih menilai Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang memadai. Dukungan dari kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang relatif menguntungkan menjadi bantalan pertumbuhan jangka menengah," kata Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi.

Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kerangka makro konvensional, ini merupakan indikator stabilitas yang selama dua dekade terakhir menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Keok di Rp16.829/USD saat Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun

Namun stabilitas tersebut saat ini tengah dibayangi oleh meningkatnya ketidakpastian dalam proses perumusan kebijakan. Moody’s secara eksplisit mencatat bahwa prediktabilitas dan koherensi kebijakan telah melemah dalam setahun terakhir, kemudian juga diperparah oleh komunikasi kebijakan yang kurang efektif. Kombinasi ini berkontribusi pada meningkatnya volatilitas di pasar ekuitas dan valuta asing.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |