Presiden China Bawa Delegasi CEO dalam Jumlah Besar ke AS, Ada Apa Gerangan?

19 hours ago 12

loading...

Presiden China Xi Jinping bawa delegasi CEO dalam jumlah besar ke AS. Foto/X

BEIJING - Presiden Xi Jinping sedang mempersiapkan delegasi bisnis besar untuk mendampinginya dalam kunjungan ke Washington, menurut dua sumber. Langkah ini tergolong tidak biasa mengingat adanya skeptisisme AS terhadap investasi China serta hubungan yang tegang antara Beijing dan sektor swasta.

Xi jarang bepergian ke luar negeri bersama para eksekutif perusahaan; banyak di antara mereka yang kehilangan dukungan setelah Beijing melakukan penertiban regulasi di sektor teknologi, pendidikan, dan properti yang dimulai pada tahun 2020.

"Gedung Putih tidak sedang memantau delegasi CEO China," ujar seorang pejabat. Gedung Putih tidak menjelaskan apa yang mereka maksud dengan pemantauan tersebut.

Rencana mengenai delegasi bisnis untuk pertemuan puncak tanggal 24 September ini sebelumnya belum pernah diberitakan. Reuters tidak dapat memastikan eksekutif mana saja yang akan bergabung dalam delegasi tersebut.

Langkah ini sebagian bertujuan untuk menunjukkan kesediaan Tiongkok dalam mendukung investasi dan hubungan komersial dengan AS, sekaligus menawarkan potensi keuntungan ekonomi bagi Gedung Putih menjelang pemilihan umum paruh waktu, menurut salah satu sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Perusahaan-perusahaan China menghadapi pengawasan yang semakin ketat terkait investasi dan operasi bisnis mereka di AS dalam beberapa tahun terakhir.

Washington telah memberlakukan tarif 100 persen terhadap impor kendaraan listrik (EV) Tiongkok, melarang impor drone, router, dan robot asing, serta memaksa divestasi operasi TikTok di AS. Langkah tersebut juga memasukkan perusahaan-perusahaan teknologi besar Tiongkok ke dalam daftar entitas—daftar perusahaan atau organisasi yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional—serta ke dalam daftar hitam Pentagon.

Terakhir kali Xi membawa rombongan bisnis yang cukup besar ke AS adalah pada tahun 2015; rombongan itu mencakup pendiri Alibaba Jack Ma, pendiri Tencent Pony Ma, serta para eksekutif dari bank-bank dan perusahaan milik negara Tiongkok.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |