Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?

5 hours ago 7

loading...

Pekerja berada di lokasi pompa minyak di ladang minyak. Foto/anadolu

RIYADH - Penutupan Selat Hormuz yang vital di Timur Tengah telah mengganggu arus energi global, menyebabkan harga minyak melonjak selama berbulan-bulan dan berdampak pada pasar energi di seluruh dunia. Ribuan mil jauhnya dari kawasan Teluk, harga kebutuhan rumah tangga melonjak di Amerika Serikat dan Eropa.

Adapun perusahaan-perusahaan minyak raksasa (Big Oil) meraup keuntungan fantastis dari dampak perang Iran.

Perusahaan-perusahaan seperti ExxonMobil, Chevron, Shell, dan BP justru mencatatkan kinerja yang melesat di tengah kekacauan ini. Mereka meraup keuntungan miliaran dolar saat perang terus berlarut tanpa tanda-tanda akan berakhir, ditambah dengan meluasnya konflik hingga ke Laut Merah.

Lantas, seberapa besar keuntungan yang diraup perusahaan minyak raksasa akibat perang Iran?

Berapa Besar Keuntungan yang Diperoleh Perusahaan Minyak Raksasa?

Perusahaan-perusahaan ini—yang sebagian besar produksi dan pasokannya berada jauh dari Selat Hormuz—telah mencatatkan keuntungan yang sangat besar.

ExxonMobil: Perusahaan minyak terbesar di Amerika Serikat ini melaporkan laba kuartal kedua sebesar USD14,5 miliar (dengan laba yang disesuaikan sebesar USD14,7 miliar), yang menandai rekor laba kuartalan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Hasil ini didorong oleh kenaikan harga minyak dan margin penyulingan yang lebih kuat di tengah perang Iran, meskipun angka laba tersebut sebenarnya berada di bawah ekspektasi Wall Street akibat gangguan produksi di Qatar.

Chevron: Perusahaan terbesar kedua di AS ini melaporkan laba kuartal kedua sebesar USD12 miliar—laba kuartalan tertinggi dalam enam tahun—yang melampaui perkiraan para analis.

Reuters melaporkan kenaikan harga minyak global mendongkrak kinerja operasi hulu maupun hilir; laba sektor hulu melonjak 200 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi USD8,2 miliar, sementara laba sektor hilir mencapai USD4,9 miliar—kinerja terkuat Chevron sejak awal tahun 2010-an.

Shell: Grup perusahaan Inggris-Belanda yang merupakan perusahaan minyak terbesar di Eropa ini mencatatkan kenaikan laba kuartal kedua hingga lebih dari dua kali lipat, dengan melaporkan laba hampir USD10 miliar yang melampaui ekspektasi analis.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |