loading...
PM Shehbaz Sharif umumkan para pejabat kabinet Pakistan tak akan mendapat gaji hingga dua bulan sebagai langkah penghematan akibat dampak perang Iran vs AS-Israel. Foto/YouTube/GeoNews
ISLAMABAD - Pakistan menjadi salah satu negara yang merasakan langsung dampak krisis ekonomi sebagai imbas dari perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Islamabad bahkan melakukan penghematan secara dramatis, termasuk tidak akan membayar gaji para pejabat federal hingga dua bulan.
Keputusan itu diumumkan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif dalam pidatonya pada hari Senin. Dia mengatakan bahwa pemerintah federal dan provinsi telah memutuskan untuk menerapkan penghematan dan kesederhanaan untuk mengurangi pengeluaran, serta menghemat energi selama situasi ekonomi yang menantang.
Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Di bawah langkah-langkah baru ini, pemerintah akan mengurangi alokasi bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan oleh departemen pemerintah sebesar 50% selama dua bulan ke depan.
"Selama dua bulan ke depan, bahan bakar yang diberikan kepada kendaraan departemen pemerintah akan dikurangi sebesar 50%," katanya, seperti dikutip media lokal, The News, Selasa (10/3/2026).
PM Sharif menambahkan bahwa 60% kendaraan di semua departemen pemerintah akan tetap tidak beroperasi selama dua bulan untuk membantu menghemat bahan bakar.
Dia kemudian mengumumkan bahwa anggota kabinet federal, penasihat, dan asisten khusus tidak akan menerima gaji selama dua bulan ke depan, sementara anggota Parlemen akan menghadapi pemotongan gaji sebesar 25% selama periode yang sama.
"Semua departemen pemerintah akan mengurangi pengeluaran mereka sebesar 20%," katanya.
Sharif, lebih lanjut, mengumumkan larangan kunjungan luar negeri bagi para menteri, penasihat, asisten khusus, dan pejabat pemerintah, kecuali untuk kunjungan yang dianggap penting bagi negara.

































