Jasa Raharja Pastikan Korban KM Mutiara Sentosa II Terima Hak Perlindungan

9 hours ago 8

loading...

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mendampingi Wakil Menteri Perhubungan Suntana meninjau penanganan korban di RS PHC Surabaya. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Jasa Raharja (Persero) memastikan seluruh korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II memperoleh pelayanan medis dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut ditegaskan saat Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mendampingi Wakil Menteri Perhubungan Suntana meninjau penanganan korban di RS PHC Surabaya.

"Jasa Raharja hadir sebagai bagian dari respons cepat pemerintah untuk memastikan korban maupun keluarga korban memperoleh haknya sesuai ketentuan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penjaminan, pelayanan rumah sakit, dan penyerahan santunan bagi korban meninggal dunia dapat dilakukan secara cepat," ujar Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban KMP Mutiara Sentosa II, Pastikan Pelayanan Maksimal

Kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Rombongan meninjau sejumlah ruang perawatan serta berdialog dengan tenaga medis dan keluarga korban guna memastikan seluruh korban selamat mendapatkan penanganan yang optimal.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan pemerintah berkomitmen menangani musibah tersebut secara menyeluruh, mulai dari proses pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemberian perlindungan kepada korban dan ahli waris. Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi para korban yang dirawat menunjukkan perkembangan yang baik, termasuk seorang balita berusia dua tahun yang selamat dan dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi gabungan hingga kini telah mengevakuasi 233 orang. Sebanyak 176 korban telah dievakuasi ke Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak maupun jalur darat dari Ketapang, sementara lima korban dinyatakan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya masih dalam perjalanan dari Masalembu menuju Surabaya.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |