Iran Tes Sistem Rudal Sayyad-3G di Selat Hormuz, Pemanasan untuk Perang Melawan AS

2 hours ago 3

loading...

Angkatan Laut IRGC gelar latihan tempur di Selat Hormuz pada saat AS mengancam akan menyerang Iran. Foto/IRGC via Anadolu

TEHERAN - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menguji sistem rudal pertahanan udara Sayyad-3G untuk pertama kalinya selama latihan tempur “Smart Control” di Selat Hormuz. Ini menjadi "pemanasan" Teheran untuk mengantisipasi pecahnya perang melawan Amerika Serikat (AS).

Mengutip laporan dari Anadolu, Minggu (22/2/2026), Angkatan Laut IRGC pada hari Sabtu merilis rekaman yang menunjukkan peluncuran versi Angkatan Laut dari sistem pertahanan udara Sayyad-3 berbasis darat, yang dikenal sebagai Sayyad-3G, dari kapal Shahid Sayyad Shirazi.

Baca Juga: Kapal Induk Terbesar di Dunia USS Gerald R Ford Masuk Laut Mediterania, Awas Perang AS vs Iran Pecah!

Rudal Sayyad-3G memiliki kemampuan peluncuran vertikal dan dilaporkan memiliki jangkauan 150 kilometer (93 mil). Otoritas Iran mengatakan sistem ini memungkinkan pembentukan payung pertahanan udara regional untuk kapal militer kelas Shahid Soleimani.

Iran pertama kali menguji rudal pertahanan udara Sayyad-3 jarak jauh berbasis darat pada 28 Desember 2016. Versi berbasis darat memiliki jangkauan 120 kilometer, panjang enam meter, dan berat 900 kilogram.

Latihan “Smart Control” di Selat Hormuz dimulai pada 16 Februari dan berlangsung selama tiga hari.

Sementara itu, kapal induk terbesar di dunia milik AS, USS Gerald R. Ford, telah memasuki Laut Mediterania. Situs web pelacakan maritim menunjukkan bahwa kapal perusak kelas Arleigh Burke; USS Mahan—bagian dari kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford—kini sedang melintasi Selat Gibraltar. Diperkirakan kapal induk tersebut membutuhkan beberapa hari lagi untuk mencapai Timur Tengah dan siap beroperasi melawan Iran.

Mengutip dari BBC, kapal induk Gerald R. Ford sempat menyiarkan lokasinya di lepas pantai Atlantik Maroko pada hari Rabu lalu dan diyakini sedang menuju Timur Tengah, tempat kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, terlacak awal pekan ini.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |