Imbas Norwegia Larang Jual Rudal Canggih, Kapal Perang Malaysia seperti Harimau Tanpa Taring

12 hours ago 4

loading...

LCS kelas Maharaja Lela Angkatan Laut Malaysia terkena imbas keputusan Norwegia yang tiba-tiba mencabut izin ekspor rudal canggih NSM ke Malaysia. Foto/Naval Technology

KUALA LUMPUR - Para analis mengatakan keputusan Norwegia yang melarang menjual Naval Strike Missile (NSM) untuk Malaysia dapat menyebabkan hambatan lebih lanjut dalam proyek modernisasi Angkatan Laut negara tetangga Indonesia tersebut. Salah satu analis menggambarkan langkah negara NATO itu bisa membuat kapal perang Malaysia seperti "harimau tanpa taring".

Larangan itu akan menghambat kemampuan Angkatan Laut Malaysia dalam melawan kapal-kapal yang melanggar zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya di Laut China Selatan.

Baca Juga: Negara NATO Ini Tiba-tiba Larang Jual Rudal Canggih ke Malaysia, PM Anwar Ibrahim Marah

Angkatan Laut Malaysia telah menghabiskan lebih dari satu dekade menunggu kapal tempur pesisir (LCS/Landing Craft Ship) barunya, upgrade andalan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kehadirannya di perairan yang diperebutkan.

Sengketa mengenai NSM yang dibangun oleh Kongsberg Defence & Aerospace Norwegia muncul setelah Oslo mencabut izin ekspornya ke Malaysia. Padahal Kuala Lumpur mengaku telah membayar sekitar 95 persen dari kontrak senilai €126 juta (USD146,4 juta) untuk sistem rudal tersebut.

Malaysia kini sedang mempertimbangkan tawaran pengganti dari beberapa negara, di mana Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin mengatakan pada hari Minggu lalu bahwa prioritas pemerintah adalah menemukan sistem yang tidak akan memaksa perancangan ulang kapal yang sudah dalam pembangunan dengan biaya mahal.

“Sejauh ini, ada tiga hingga empat negara yang telah mengajukan tawaran,” kata Khaled kepada kantor berita Bernama selama kunjungannya ke Turki, di mana dia mengatakan pertemuan telah diadakan antara pejabat Malaysia dan beberapa pihak untuk mencari pengganti yang sesuai.

“Kami mengadakan pertemuan, terutama dengan Angkatan Laut, untuk memberikan solusi, dan Angkatan Laut tentu akan melakukan evaluasi terhadap keempat tawaran ini sebelum diajukan kepada pemerintah,” katanya.

Khaled mengatakan Malaysia akan menilai proposal berdasarkan kepercayaan, biaya, waktu pengiriman, dan apakah modifikasi kapal besar akan diperlukan.

This Week in Asia telah menghubungi Khaled untuk menjelaskan lebih lanjut tentang keempat tawaran tersebut dan belum menerima tanggapan.

Norwegia telah membela pencabutan izin ekspor NSM sebagai bagian dari kontrol yang lebih ketat terhadap teknologi pertahanan yang sensitif, dengan mengatakan: “Ekspor beberapa teknologi pertahanan yang dikembangkan Norwegia yang paling sensitif akan dibatasi untuk sekutu dan mitra terdekat kami”.

“Sangat disayangkan bahwa hal ini berdampak pada Malaysia,” kata Kementerian Luar Negeri Norwegia, seperti dikutipAssociated Press pada 15 Mei.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |