Awan Konvektif Pemicu Hujan Terdeteksi, BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi

14 hours ago 10

loading...

BMKG mendeteksi pertumbuhan awan konvektif sangat signifikan dan meluas dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia yang berpotensi bencana hidrometeorologi. Foto/BMKG

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pertumbuhan awan konvektif yang sangat signifikan dan meluas dari ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia. Pantauan ini berdasarkan hasil citra satelit inframerah Himawari-9 yang diambil pada Rabu, 26 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.

Pertumbuhan awan konvektif ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Sebelumnya, BMKG juga telah memberikan peringatan dini adanya pertumbuhan awan konvektif yang memicu pertumbuhan hujan hingga 2 Maret 2026.Hal itu juga dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau secara spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat hingga tengah,” tulis BMKG dikutip dari laman resminya, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 24 Februari hingga 2 Maret 2026

Berdasarkan analisis citra satelit tersebut, sebaran awan konvektif yang berpotensi membawa hujan intensitas sedang hingga lebat terpantau terkonsentrasi di wilayah Sumatera yang mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Kondisi serupa juga terlihat di sebagian besar Pulau Jawa dan Bali, khususnya di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, serta Bali. Selain itu, wilayah Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku turut menunjukkan aktivitas awan yang cukup masif.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |