Sawit, Kunci Pemulihan Ekonomi Pascabencana

2 hours ago 4

loading...

Guru Besar bidang Ekonomi Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), Prof Dr Diana Chalil menegaskan, budidaya tanaman kelapa sawit pada lahan yang tepat akan menjadi kunci pemulihan ekonomi pascabencana. Foto/Dok

MEDAN - Guru Besar bidang Ekonomi Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), Prof Dr Diana Chalil menegaskan, budidaya tanaman kelapa sawit pada lahan yang tepat akan menjadi kunci pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dibandingkan komoditas lainnya, perkebunan sawit memberikan multiplier effect positif yang lebih besar baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Manfaat lingkungan tidak (selalu) lagi trade-off dengan manfaat ekonomi. Kita belajar pasca bencana tsunami di Aceh tahun 2004, sawit menjadi preferensi petani karena menguntungkan. Perkebunan sawit rakyat banyak dari konversi komoditi lain,” kata Prof Diana Chalil dalam Diskusi Ilmiah Dialektika Sawit Indonesia di Kampus USU, Selasa (10/2/2025).

Prof Diana yang juga peneliti pada Consortium Studies on Smallholder Palm Oil (CSPO) mengatakan, baik secara nasional maupun regional pada daerah yang tertimpa bencana alam akhir tahun lalu, peran industri sawit sangat signifikan terhadap perekonomian. Karena itu, untuk memulihkan kondisi ekonomi pasca bencana, budidaya tanaman kelapa sawit menjadi pilihan yang paling efektif.

Baca Juga: Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak 102,23%, Total Nilainya Tembus USD24,42 Miliar

“Dari total pendapatan devisa nasional, 73,83% disumbang oleh sektor pertanian. Dan subsektor pertanian yang memberikan kontribusi devisa terbesar adalah ekspor minyak sawit,” kata Diana dalam Diskusi Ilmiah bertema 'Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra' tersebut.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |