loading...
Rusia telah membangun 10 pangkalan drone rahasia di sepanjang perbatasan dengan Belarusia dan Ukraina, membuat negara NATO berada dalam jangkauan serangan. Foto/The Telegraph
MOSKOW - Rezim Vladimir Putin telah membangun setidaknya 10 pangkalan rahasia di Rusia yang mampu meluncurkan drone berkekuatan tinggi jauh ke dalam wilayah NATO. Investigasi The Telegraph mengungkap keberadaan pangkalan-pangkalan tersebut, yang dilengkapi landasan peluncuran baru untuk drone kamikaze jarak jauh paling canggih milik Moskow.
Sejumlah pangkalan tersebut sudah digunakan untuk menggempur Ukraina. Lokasinya yang dekat dengan perbatasan membantu Rusia melancarkan serangan udara dalam jumlah besar, menembus pertahanan udara Kyiv yang semakin menipis.
Baca Juga: Perempuan Cantik Rusia Tanam Bom di Tempat Sampah, Pembelot Ukraina Tewas
Namun, pangkalan-pangkalan itu juga menjadi ancaman jangka panjang bagi negara-negara anggota NATO karena menempatkan mereka dalam jangkauan drone serang berteknologi tinggi milik rezim Putin.
Para analis memperingatkan bahwa teknologi yang berkembang pesat tersebut juga dapat digunakan untuk menyerang Eropa jika terjadi perang. Beberapa pangkalan bahkan menempatkan drone paling kuat Rusia untuk menjangkau Warsawa, Polandia—salah satu negara NATO di wilayah timur.
Pejabat intelijen Eropa dan Amerika Serikat meyakini Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan provokasi bersenjata di wilayah Polandia, yakni dengan serangan rudal atau drone terhadap infrastruktur penting maupun serangan "false flag" yang kemudian dituduhkan kepada Ukraina.
Seorang pejabat NATO mengatakan kepada The Telegraph, Senin (17/8/2026), bahwa aliansi militer tersebut siap mempertahankan setiap jengkal wilayah sekutu. "Dan akan terus “meningkatkan kesiapan kami untuk mencegah dan menghadapi ancaman apa pun, termasuk dari drone," katanya.
Dengan menggunakan dokumen yang bocor dan citra satelit, The Telegraph mengidentifikasi sedikitnya 59 rel peluncuran baru—jalur pemandu mekanis yang digunakan untuk membantu lepas landas drone bersayap tetap sebagai pengganti landasan pacu tradisional—di sepanjang perbatasan Rusia dengan Belarusia dan Ukraina.
Sejumlah pusat drone tersebut merupakan pangkalan militer dan bandara sipil yang dialihfungsikan, sementara landasan peluncuran tambahan dibangun di sejumlah kawasan pedesaan Rusia.































