Perang Tiga Poros di Muktamar NU 2026, dari Istana hingga Pesantren

10 hours ago 5

loading...

Direktur Eksekutif INTRAPOLS, Bustomi Menggugat menyatakan Muktamar ke-35 NU diprediksi menjadi arena pertarungan tiga poros kekuatan besar, mulai dari lingkar kekuasaan negara hingga basis kultural pesantren. Foto/Ist

JAKARTA - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 2026 diprediksi menjadi arena pertarungan tiga poros kekuatan besar yang saling berebut pengaruh, mulai dari lingkar kekuasaan negara hingga basis kultural pesantren. Dinamika ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling kompleks dalam sejarah suksesi kepemimpinan NU.

Direktur Eksekutif Institute for Strategy and Political Studies (INTRAPOLS), Bustomi Menggugat menyebut Muktamar kali ini bukan sekadar pergantian figur. Melainkan pertarungan arah organisasi di tengah perubahan lanskap politik nasional pasca-2024.

Baca juga: Ketum PBNU Ajak Salat Gaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

“Ini sudah seperti ‘perang tiga poros’. Ada yang bermain di level kekuasaan, ada yang di birokrasi, dan ada yang kembali menguatkan basis pesantren. Semuanya sedang bergerak,” kata Bustomi dalam keterangannya di Surabaya, Senin (27/4/2026).

Bustomi memetakan setidaknya tiga kekuatan utama yang saat ini mulai intens melakukan konsolidasi di tingkat wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU).

Poros pertama adalah adalah poros petahana (incumbent) yang masih bertumpu pada figur KH Yahya Cholil Staquf. Kelompok ini mengandalkan capaian digitalisasi organisasi serta peran global NU, termasuk keterlibatan dalam forum-forum internasional seperti R20. Namun, kritik terhadap kecenderungan sentralisasi dinilai menjadi tantangan serius.

Poros kedua adalah poros birokrasi yang mengerucut pada nama Nasaruddin Umar, Menteri Agama saat ini. Sosok ini dinilai memiliki kedekatan dengan lingkar pemerintahan dan dianggap mampu menjaga hubungan harmonis antara NU dan negara.

Baca juga: Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |