loading...
Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara. Foto/ Viet
PARIS - Untuk mengurangi kebutuhan akan perangkat pendingin individu, Paris telah menginvestasikan 2,4 miliar euro untuk memperluas sistem pendingin perkotaannya menggunakan air dari Sungai Seine.
Sementara banyak negara Eropa menghadapi gelombang panas ekstrem berturut-turut, Paris sedang mengejar solusi pendinginan perkotaan yang unik: mengubah Sungai Seine menjadi bagian dari sistem "pendingin udara" kota.
Hanya sedikit orang yang tahu bahwa tepat di bawah jalan-jalan yang ramai di ibu kotaPrancisterdapat labirin pipa sepanjang kurang lebih 120 kilometer, yang beroperasi terus menerus untuk memasok air dingin ke berbagai proyek berskala besar.
Sistem ini menyalurkan air dingin dari instalasi khusus ke kantor, pusat perbelanjaan, hotel, dan landmark terkenal seperti Museum Louvre.
Pada prinsipnya, sistem ini terdiri dari instalasi pendingin yang menurunkan suhu air sekitar 4 derajat Celcius. Air dingin dari instalasi tersebut kemudian dipompa melalui jaringan pipa bawah tanah ke gedung-gedung, menciptakan atmosfer dingin melalui sistem pertukaran panas. Setelah menyerap panas dari gedung-gedung, air hangat kembali ke instalasi untuk melanjutkan siklus pendinginan.
Keunikan dari fasilitas ini adalah penggunaan air Sungai Seine sebagai sumber pembuangan panas alami. Air sungai dan air hangat dipisahkan oleh lapisan logam tipis, dan penukar panas memungkinkan perpindahan panas dari air hangat ke air dingin tanpa kedua cairan tersebut bersentuhan.
Anda dapat membayangkan proses ini mirip dengan menempatkan secangkir teh panas ke dalam baskom berisi air dingin. Kedua cairan tersebut tidak bercampur, tetapi panas tetap berpindah dari yang panas ke yang dingin.
Setelah didinginkan, air akan terus bersirkulasi melalui bangunan-bangunan yang berpartisipasi dalam sistem tersebut. Pada saat yang sama, air yang diambil dari Sungai Seine dikembalikan ke sungai dengan suhu yang sedikit lebih tinggi daripada suhu asalnya.
Salah satu fasilitas operasional terbesar sistem ini terletak di bawah Sungai Seine dekat Place du Canada. Di bawah tanah, serangkaian pompa berkapasitas tinggi, sistem perpipaan, dan peralatan pendingin beroperasi terus menerus siang dan malam untuk memastikan suhu yang stabil bagi jaringan tersebut.
Menurut perkiraan, dibandingkan dengan sistem pendingin individual, sistem pendingin Paris mengonsumsi listrik 50% lebih sedikit dan menghasilkan emisi karbon 50% lebih rendah. Lebih penting lagi, beberapa ahli percaya bahwa sistem ini tidak memperburuk efek pulau panas perkotaan.


































