loading...
Salah satu isi Masjidil Haram adalah Maqam Ibrahim, mengacu pada batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat dia membangun Kakbah. Allah SWT meninggalkan jejak kaki Nabi Ibrahim di atas batu sebagai pengingat bagi orang-orang beriman di antara keturunannya.
Mengintip isi Masjidil Haram penting diketahui umat Muslim. Ada apa saja dan apa fungsinya bagi jemaah haji? Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini:
Masjidil Haram berada di Kota Makkah , sebuah kota di wilayah Hijazi Arab Saudi. Kota ini terletak 70 km kea rah timur dari Jeddah, 340 kilometer selatan Madinah.
Ini adalah tempat kelahiran Nabi kita Nabi Muhammad (SAW). Makkah adalah rumah bagi Kakbah , salah satu tempat tersuci Islam dan arah salat umat Muslim, dan karenanya Makkah adalah sebagai kota tersuci dalam Islam.
Isi Masjidil Haram, utamanya adalah Kakbah (pusat kiblat), pelataran tawaf (Mataf), sumur Zamzam, dan area Sa'i (Shofa-Marwah). Bagian dalam Kakbah sendiri sangat sederhana, berisi tiga pilar kayu penopang atap, lampu gantung kuno (emas/perak), serta marmer putih dan mawar, tanpa perhiasan mewah. Ada juga Hajar Aswad, Hijir Ismail dan Maqam Ibrahim. Berikut penjelasannya:
Tempat - tempat di Masjidil Haram
1. Masjidil Haram
Masjid Agung Makkah, umumnya dikenal sebagai al-Masjid al-Ḥarām. Adalah sebuah masjid yang mengelilingi Kakbah di kota Mekah. Letaknya di wilayah Hejazi Arab Saudi. Jemaah haji dan Umrah sebaiknya menghabiskan waktu beribadah disini, pahalanya hingga 100 ribu kali.
Baca juga: Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
2. Kakbah
Kakbah adalah bangunan yang sudah ada sebelum agama Islam, ditahbiskan kembali oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 631-32 M. Kini, terdapat beberapa renovasi, batu granit, penutup darai tirai sutra tebal dan kaligrafi dengan benang emas dan perak.
Pada dasarnya, ziarah ke tempat suci adalah prinsip inti dari hampir semua agama. Kakbah, yang berarti kubus dalam bahasa Arab, merupakan bangunan kubus yang kini ditutup dengan kain sutra hitam yang indah dan tebal.
Kakbah adalah tempat suci paling suci dalam Islam. Setelah tahun 624 M, Nabi SAW mendapat wahyu untuk mengganti arah kiblat ke ke Makkah dan Kakbah dan tidak lagi ke Yerusalem. Arah ini—atau kiblat dalam bahasa Arab kini tandanya ada di semua masjid dan memungkinkan umat Islam mengetahui ke arah mana mereka harus salat.
Untuk melakukan thawaf, kita tidak harus menggunakan atau berada dalam keadaan Ihram. ( kecuali jika merupakan rangkaian untuk memulai Umrah atau Haji ). Kita bisa melakukannya sewaktu – waktu dengan baju biasa. Selama memenuhi syariat. Tetapi, kita harus dalam keadaan berwudu dan suci. Jika batal, harus berwudu Kembali. Untuk jumlah putaran, 7 putaran adalah 1 thawaf. Jadi, 2 kali Thawaf adalah 14 putaran dan selanjutnya. Untuk jumlah maksimal, tentu tergantung niat dan kemampuan Anda melakukannya.
3. Hijr Ismail
Adalah tempat mustajab untuk berdoa. Seperti berdoa di taman surga. Lokasinya di dalam setengah lingkaran di utara Kakbah. Anda bisa meluangkan waktu untuk antre dan salat di sini atau berdoa.
4. Safa dan Marwa
Safa dan Marwa adalah dua bukit kecil yang sekarang letaknya juga ada di dalam kompleks Masjidil Haram. Ini adalah tempat dimana umat Muslim melakukan Sa’I atau perjalanan bolak-balik sebanyak tujuh kali, selama menunaikan ibadah Ḥaji dan ʿUmrah.
Untuk melaksanakan Sa’i, kita perlu berada dalam keadaan Ihram. Dan, sebelumnya juga didahului dengan Thawaf.
5. Hajar Aswad
Hajar al-Aswad (Batu Hitam). Letaknya di sudut timur selatan Ka'bah. Tawaf dimulai dan diakhiri dengan menghadap batu ini. Hajar Aswad adalah tempat yang hampir selalu terjadi antrean untuk mencium Hajar Aswad. Tentunya pada saat tempat ini tidak ditutup untuk perawatan atau alas an lainnya.
6. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim mengacu pada batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat dia membangun Kakbah. Saat Nabi Ismail AS memberikan batu kepada Nabi Ibrahim AS dan saat Nabi Ibrahim AS terus meletakkannya di tempatnya, Maqam Ibrahim secara ajaib terus naik semakin tinggi saat tembok naik. Allah ( ﷻ ) meninggalkan jejak jejak kakinya di atas batu sebagai pengingat bagi orang-orang beriman di antara keturunannya.
Tempat ini juga tempat mustajab untuk berdoa. Juga untuk salat 2 rakaat. Jadi, minimal sempatkan berdoa di sini jika memiliki hajat. Untuk salat, memang sulit dilakukan karena tempatnya dilewati mereka yang melakukan Thawaf.
7. Sumur Zam-zam
Sumur Zam-zam yang sangat berlimpah airnya dan banyak titik untuk pengambilan air yang bisa langsung diminum.
Baca juga: Masjidil Haram: Mengapa Disebut Haram dan Apa Kedudukannya?
(wid)
































