Letjen Al Bassami: Seluruh Sistem Siap Amankan Haji 2026

9 hours ago 7

loading...

Pemerintah Arab Saudi menegaskan sistem keamanan haji melibatkan teknologi canggih untuk memastikan proses haji termasuk aspek keselamatan jemaah berjalan baik. Foto/Zen Teguh Triwibowo

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi menegaskan seluruh sistem keamanan haji telah siap bekerja selama musim ibadah 1447 Hijriah/2026. Selain personel, sistem pengamanan juga melibatkan teknologi canggih untuk memastikan proses ibadah haji termasuk aspek keselamatan jemaah hingga pulang ke Tanah Air berjalan baik.

Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami mengatakan, strategi pengelolaan massa tahun ini difokuskan pada pengaturan arus pergerakan jemaah, distribusi kepadatan kerumunan, serta pengurangan titik persinggungan jalur semaksimal mungkin.

Baca juga: Kisah Mbah Marsiyah, Jemaah Berusia 105 Tahun Nabung Recehan Hasil Jualan Jenang untuk Berangkat Haji

“Kami ingin memastikan jemaah dapat mencapai tujuan mereka, menjalankan ibadah, dan kembali dengan selamat ke negara asal,” ujar Al-Bassami dalam konferensi pers Para Pemimpin Pasukan Keamanan Haji 2026 di kantor Pusat Operasi Keamanan Terpadu 911, Makkah, Jumat (22/5/2026) sore waktu setempat.

Selain Al Bassami, hadir memberikan keterangan kepada wartawan dari berbagai negara yakni Komandan Pasukan Darurat Khusus Letjen Mohammed bin Maqbool Al Omari, Panglima Pasukan Pertahanan Sipil Mayjen Dr Hamoud bin Suleiman Al Faraj, dan Komandan Pasukan Pspor Haji Mayjen Dr Saleh bin Saud Al Muraba.

iNews Media Group, atas undangan Pemerintah Saudi melalui Kementerian Media turut mengikuti acara tersebut. Kehadiran media massa arus utama dari Indonesia sekaligus menegaskan tekad Pemerintah Saudi untuk menyampaikan seluruh proses rangkaian haji dengan detail secara global.

Baca juga: Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi

Bassami menambahkan, selain personel keamanan yang siap bekerja sejak awal, teknologi canggih juga diterapkan untuk menegakkan aturan haji dan mendeteksi pelanggaran maupun kampanye ilegal.
Jenderal bintang 3 ini juga menegaskan, ibadah haji tidak akan dipolitisasi atau dimanfaatkan untuk aktivitas yang bertentangan dengan tujuan religius pelaksanaan haji, di tengah kedatangan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri ke Tanah Suci.

“Kami minta jemaah fokus sepenuhnya pada ibadah dan tidak melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban maupun kesucian haji,” ujarnya.

Pemerintah Saudi menyebut tingkat kepatuhan jemaah tahun ini naik signifikan dibandingkan musim haji sebelumnya. Jumlah pelanggar dan deportasi tercatat turun 44 persen, kampanye haji palsu berkurang 12 persen, dan pelanggaran terkait aturan residensi serta perbatasan menurun 33 persen.

Sementara itu, Letjen Mohammed Al Omari menjelaskan pengamanan haji tahun ini bersifat terpadu, proaktif, dan fleksibel. Pasukan keamanan ditempatkan di berbagai titik utama seperti Masjid Namirah, Jabal Rahmah, dan kompleks Jamarat untuk mengatur pergerakan jemaah serta menjaga keselamatan.

Mayjen Hamoud bin Suleiman Al Faraj memaparkan tentang rencana umum untuk Kota Suci Makkah yang mencakup aspek preventif dan operasional inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam ibadah haji tahun ini.

“Kami memperkuat langkah-langkah pencegahan risiko untuk meningkatkan kecepatan respons selama musim haji,” tegasnya.

(shf)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |