loading...
Kasatgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, penanganan pengungsi pascabencana banjir di Sumatera telah mencapai tahap hampir tuntas. Foto/Ist
JAKARTA - Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganan pengungsi pascabencana banjir di wilayah Sumatera telah mencapai tahap hampir tuntas. Secara keseluruhan, hampir 100 persen pengungsi tidak lagi tinggal di tenda darurat, menandai percepatan signifikan dalam proses pemulihan masyarakat terdampak.
Capaian tersebut ditopang oleh kondisi di dua wilayah terdampak utama, yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang telah mencatatkan nol pengungsi di tenda. Sementara itu, di Provinsi Aceh masih terdapat 171 jiwa atau 43 kepala keluarga (KK) dalam jumlah yang sangat terbatas dan saat ini tengah dalam proses penanganan lanjutan.
Baca juga: Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Rp6 Juta untuk Guru Terdampak Banjir Sumatera
“Bapak Presiden tidak menyampaikan bahwa seluruh apa daerah bencana sudah tidak ada tenda. Tidak. Yang disampaikan adalah mendekati 100%. Mendekati 100% itu tidak ditenda,” ujar Tito, Rabu (25/3/2026).
Tito menjelaskan bahwa capaian hampir seluruh pengungsi keluar dari tenda dihitung dengan membandingkan jumlah pengungsi yang tersisa saat ini, yakni sekitar 171 orang di Provinsi Aceh, dengan total pengungsi pada awal kejadian yang mencapai 2,1 juta jiwa per 2 Desember 2025.
Dari perhitungan tersebut, persentase pengungsi yang masih berada di tenda hanya sekitar 0,008 persen, sehingga dapat disimpulkan bahwa sekitar 99,96 persen pengungsi telah keluar dari tenda. Oleh karena itu, pemerintah menggunakan istilah “hampir” atau “mendekati 100 persen” dan tidak mengklaim seluruhnya selesai.
Baca juga: SPMB untuk Siswa Terdampak Bencana Sumatera Akan Diatur Khusus

































