loading...
Ternyata, seekor hewan atau binatang apapun bisa memberikan pahala pada manusia bahkan bisa memberikan adanya ampunan Allah SWT. Foto ilustrasi
Ternyata, seekor hewan atau binatang apapun bisa memberikan pahala pada manusia. Pahala seperti apa? Simak dua kisah berikut ini tentang pahala luar biasa dari hewan tersebut.
Kisah ini berdasar hadis tentang orang yang memberi minum anjing yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitabul Musaqah, bab keutamaan memberi minum. Diriwayatkan dalam Kitabul Madzalim, bab sumur-sumur di tepi jalan jika tidak mengganggu orang-orang..
Sedangkan kisah satunya lagi berdasar hadis tentang wanita pezina yang diampuni karena memberi minum anjing diriwayatkan dalam Kitab Bad’il Khalqi, bab jika lalat jatuh ke bejana salah seorang dari kalian. Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabus Salam, bab keutamaan memberi minum hewan.
Pahala dari Binatang
Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan.
Baca juga: Kasus Korupsi Makanan Satwa, Bagaimana Islam Mengatur Hak-Hak Binatang?
Dia berkata, 'Anjing ini kehausan seperti diriku.' Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya."
Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?"
Beliau menjawab, "Pada setiap hati yang basah terdapat pahala."
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul " Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah " menjelaskan tentang hadis ini. Laki-laki itu sedang berjalan di luar desanya, jauh dari rumah-rumah. Lalu dia tertimpa kehausan yang sangat. Dia melewati sebuah sumur tanpa timba. Maka dia turun ke dalam sumur. Dia minum sampai hausnya hilang, lalu naik. Di situ dia melihat seekor anjing yang sangat kehausan. Saking hausnya, anjing ini menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah di sekitar sumur untuk meringankan hausnya.
Allah telah memberikan manusia ciri-ciri tersendiri yang tidak dipunyai oleh banyak binatang. Di antaranya adalah bahwa manusia mampu mengambil air dari sumur dengan timba jika tersedia, atau turun ke sumur seperti yang dilakukan oleh laki-laki ini. Adapun anjing ini, ia tidak bisa melakukan hal itu. Ia akan mati bila tidak ada yang memberinya air.

































