Defisit APBN Rp240,1 Triliun di Akhir Agustus 2026, Menkeu Suahasil: On Track

5 hours ago 1

loading...

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kinerja APBN KiTa tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif dan tetap dalam batasan yang terkendali. Foto/Dok

JAKARTA - Defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) hingga akhir Agustus 2026 tercatat menyentuh angka Rp240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kinerja APBN KiTa tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif dan tetap dalam batasan yang terkendali.

“Ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track. Maka defisitnya Rp240,1 triliun yang artinya adalah 0,93 persen dari PDB kita,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau 65,2% dari target. Kemudian belanja negara tercatat Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari pagu. Baca Juga: Purbaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Jaga Defisit 2,4%

Adapun angka defisit ini sebelumnya sudah disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa minggu lalu. Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85% dari PDB (atau setara Rp734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68% PDB.

Belanja negara tercatat Rp 2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari target. Belanja negara tersebut tumbuh 17,1 persen secara tahunan. Suahasil mengatakan, belanja pemerintah pusat di angka Rp 1.791,5 triliun atau 56,9 terhadap APBN, disusul belanja K/L Rp 912,4 triliun dan belanja non K/L Rp 879,1 triliun.

Baca Juga: Di Depan DPR, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Dijaga Prudent dan Sustainable: Defisit 2,40%

Adapun transfer ke daerah Rp 504,3 triliun. Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Adapun keseimbangan primer APBN tercatat positif Rp154 triliun.

(akr)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |