Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini

10 hours ago 6

loading...

Jalanan tanah liat berwarna cokelat kemerahan tampak licin dan berlumpur setelah terkena hujan, namun jika diinjak jalan tersebut penuh dengan bebatuan. Kondisi geografis ini menjadi potret minimnya fasilitas akses umum di Desa Laob, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Di kejauhan, sungai yang menjadi jalur utama menuju sekolah masih mengalir cukup deras.

Indri Kristiana Koa, seorang wanita pendidik Taman Kanak-kanak, memulai perjalanannya dari Kota Soe sekitar pukul enam pagi dan menempuh 35 kilometer yang memakan waktu dua jam sekali jalan. Tantangan terbesar ada pada sungai yang harus diseberangi. Saat musim kemarau, sungai masih bisa dilewati dengan relatif aman. Namun ketika musim hujan tiba, debit air meningkat dan tak jarang meluap. Jika arus sungai masih memungkinkan, Indri menyeberang sendiri dengan sangat hati-hati. Namun saat air sedang tinggi dan deras, warga setempat kerap membantunya menyeberang. Ia masih harus berjalan kaki hingga akhirnya tiba di sekolah.

“Takut pasti ada, apalagi kalau air sungai sedang tinggi. Tapi anak-anak menunggu di sekolah, jadi saya bertekad untuk terus bertemu dan mengajar anak-anak,” ujar Indri.

TK Negeri Baob merupakan satu-satunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Laob, wilayah yang masuk kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kondisi sekolah masih sangat sederhana. Hanya terdapat satu ruang kelas yang digunakan bersama oleh Kelompok A dan Kelompok B, sehingga proses pembelajaran belum bisa berjalan optimal. Dengan kondisi ekonomi orang tua yang sebagian besar bekerja sebagai petani, sekolah tidak dapat membebankan pengadaan perlengkapan kepada mereka. Iuran sekolah pun hanya sekitar sepuluh ribu rupiah per anak.

Akses internet nyaris tidak tersedia. “Untuk kebutuhan pembelajaran, terkadang kami harus menggunakan media digital secara terbatas dan offline, seperti video yang diunduh sebelumnya atau permainan sederhana dan nantinya akan kita presentasikan melalui powerpoint” tambah Indri.

Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini

Di tengah keterbatasan fasilitas itu, Indri menghadapi tantangan lain yakni rendahnya kemampuan numerasi anak usia dini. Banyak anak datang ke sekolah tanpa mengenal simbol angka sama sekali. Pembelajaran menggunakan buku dan lembar kerja sering membuat mereka cepat bosan dan kehilangan fokus.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |