loading...
Tak ada sosok yang lebih menggambarkan pertarungan itu selain Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun dan 138 hari, kapten Portugal tersebut masih berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia / Foto: beIN Sports
JAKARTA - Setiap Piala Dunia pada akhirnya adalah kisah tentang waktu. Bukan sekadar 90 menit pertandingan atau tambahan waktu yang diberikan wasit, melainkan tentang bagaimana para pemain menghadapi batas yang tak bisa dihindari dalam karier mereka.
Tak ada sosok yang lebih menggambarkan pertarungan itu selain Cristiano Ronaldo . Di usia 41 tahun dan 138 hari, kapten Portugal tersebut masih berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia.
Selama lebih dari dua dekade, Ronaldo terus menentang hukum usia yang biasanya memaksa para pesepak bola elite untuk menepi jauh lebih cepat. Namun, perjalanan di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa bahkan seorang Ronaldo pun tidak bisa sepenuhnya menghindari perdebatan soal waktu.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan 4-0
Setelah Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan DR Kongo pada laga pembuka Grup K, sorotan langsung mengarah kepada Ronaldo. Sang megabintang tampil kurang meyakinkan dan gagal memberikan dampak besar bagi timnya. Beberapa peluang yang dahulu hampir pasti berbuah gol justru terbuang sia-sia.
Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, pertanyaan yang muncul bukan lagi soal kualitas Ronaldo, melainkan seberapa besar peran yang masih bisa ia berikan bagi Portugal dalam perburuan gelar juara dunia. Portugal datang ke Amerika Utara dengan salah satu skuad paling bertalenta di turnamen.
Tidak seperti generasi sebelumnya, tim asuhan Roberto Martinez kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Ronaldo. Deretan pemain muda berbakat dan dinamis siap mengambil tanggung jawab di lini depan. Namun, pertandingan melawan Uzbekistan menjadi pengingat bahwa Ronaldo masih jauh dari kata habis.


































