loading...
China temukan deposit Chating di hilir Sungai Yangtze yang diperkirakan mengandung 500.000 ton tembaga dan lebih dari 20 ton emas. Foto/CCTV News
BEIJING - China mencatat terobosan besar dalam eksplorasi tembaga dan emas setelah deposit porfiri tembaga-polimetalik Chating di Xuancheng, Provinsi Anhui, muncul sebagai deposit terbesar dari jenisnya di wilayah tengah dan hilir Sungai Yangtze.
Menurut Kementerian Sumber Daya Alam China, deposit tersebut diperkirakan mengandung sekitar 500.000 ton sumber daya tembaga dan lebih dari 20 ton emas. Penemuan ini berpotensi membuka jalan bagi pembangunan basis produksi tembaga dan emas superbesar di China Timur.
Mengutip laporan dari CCTV News, Kamis (3/9/2026), temuan tersebut sebagai salah satu pencapaian penting eksplorasi mineral di kawasan itu pada tahun pertama "Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030)".
Tembaga dan emas merupakan mineral penting bagi industri energi baru, manufaktur maju, serta berbagai sektor yang menopang ekonomi digital.
Lin Bin, wakil direktur laboratorium prediksi dan evaluasi bumi dalam di Chinese Academy of Geological Sciences sekaligus penanggung jawab teknis eksplorasi, mengatakan salah satu pencapaian utama proyek tersebut adalah teridentifikasinya badan bijih tembaga-emas di Desa Shangchang, kawasan tambang Chating. Temuan itu semakin mengungkap potensi sumber daya di bagian dalam dan sekitar deposit.
Deposit Chating merupakan deposit porfiri tipikal dan saat ini menjadi yang terbesar yang teridentifikasi di wilayah tengah dan hilir Sungai Yangtze.
Sejak awal tahun ini, tim eksplorasi telah melakukan lebih dari 70 pengeboran dalam empat bulan, termasuk satu lubang dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter.
































