14 Adab Saat Tadarus Al Quran di Bulan Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!

2 hours ago 4

loading...

Agar amalan tadarus Al Quran diterima, maka ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca Al Quran tersebut. Foto ilustrasi/ist

Amalan prioritas di bulan Ramadan, salah satunya adalah membaca atau tadarus Al Qur'an . Agar amalan ini diterima, maka ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca Al Qur'an tersebut. Kenapa adab ini sangat penting? Karena, Al-Quran tidaklah memberi manfaat dan mendatangkan rida Allah kecuali jika seorang muslim dalam membaca atau mendengar bacaan Al-Quran memperhatikan adab-adabnya.

Banyak keutamaan membaca Al Qur'an ini. Salah satunya adalah Allah subhanahu wata’ala mengganjar seseorang yang membaca al-Quran setiap huruf yang ia baca dengan pahala yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Tiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alim lam mim’ satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi No. 2910. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih gharib)

Adab-adab dalam membaca al-Quran dibagi dua; adab-adab yang berkaitan dengan hati dan adab-adab yang berkaitan dengan anggota badan.

Adab Membaca/ Tadarus Al Quran

1. Ikhlas karena Allah semata

Membaca Al-Quran merupakan salah satu bentuk ibadah. Sedangkan ibadah tidak akan diterima, kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas. Ikhlas adalah fondasinya suatu ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Baca juga: Ramadan Bulan Tadarus Al Quran, Ini Keutamaan Mengkhatamkannya di Bulan Suci

Orang yang ikhlas hanya menjadikan rida Allah sebagai satu-satunya tujuan ia beramal. Bukan karena tujuan yang bersifat duniawi semisal mendapat pujian dan penilaian baik manusia. Jika dalam hati terbesit rasa ujub, riya’, atau sum’ah dalam membaca al-Quran, maka bersegeralah memperbaiki niat dan tobat kepada-Nya.

2. Mengagungkan setiap ayat yang dibaca

Ketika membaca maupun mendengar bacaan al-Quran, renungkanlah bagaimana dahulu Malaikat Jibril alaihissalam menyampaikan wahyu dari Allah tersebut kepada sebaik-baik manusia, yaitu baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam. Kemudian bagaimana Nabi dahulu membacakan ayat-ayat yang kita baca ini kepada para shahabatnya. Jika kita dalam membaca Al-Quran merenungkan perihal di atas maka khusyuklah hati, tenanglah anggota badan, serta bertambahlah rasa cinta dan takut kita kepada-Nya karena kita tahu dan sadar bahwa yang kita baca adalah firman Allah yang agung.

Membaca Al-Quran dengan mengagungkan dan menghayati betul-betul bahwa setiap ayat yang sedang dibaca ini adalah kalam Allah azza wajalla yang mulia, menjadikan kita tahu bahwa Allah telah memberikan karunia yang besar kepada hamba-hamba-Nya berupa kemudahan bagi mereka dalam membaca dan memahami kalam-Nya. Sudah sepantasnya seseorang mengagungkan setiap ayat al-Quran yang ia baca maupun yang ia dengar. Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata,

فَمَنْ ‌قُرِئَ ‌عَلَيْهِ ‌القُرْآنُ فَلْيُقَدِّرْ نَفْسَهُ كَأَنَّمَا يَسْمَعُهُ مِنَ اللهِ يُخَاطِبُهُ بِهِ

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |