loading...
Terinspirasi keluarga Nabi Muhammad SAW, Panglima IRGC klaim Iran paksa AS bertekuk lutut. Foto/X
TEHERAN - Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ) Ahmad Vahidi menyatakan bahwa negaranya telah membuat "militer dengan persenjataan terberat dalam sejarah dunia bertekuk lutut" melalui operasi ofensif dan defensif yang sukses, yang dilakukan di tengah gempuran hebat.
Dalam sebuah pesan pada hari Sabtu yang menyampaikan terima kasih kepada pasukan atas enam bulan "jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya," Mayor Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan bahwa kinerja mereka dalam menghadapi "musuh-musuh kemanusiaan yang paling haus darah" telah memikat dunia dan membangkitkan kembali harapan di kalangan kaum tertindas untuk pada akhirnya mengalahkan kekuatan-kekuatan global.
"Kalian, dengan mengandalkan Tuhan Yang Mahakuasa dan berjuang meraih kemenangan dalam kondisi yang sangat sulit—mulai dari panas yang menyengat dan kelembapan tinggi di pulau-pulau serta pesisir selatan hingga suhu beku di pegunungan perbatasan yang menjulang tinggi di utara—telah membuat tentara dengan persenjataan terberat dalam sejarah dunia bertekuk lutut melalui operasi ofensif dan defensif yang sukses di tengah gempuran hebat," ujarnya, dilansir Press TV.
Vahidi juga memuji pasukan tersebut atas tindakan pengorbanan yang terinspirasi oleh keluarga Nabi Muhammad SAW, seraya mengatakan bahwa mereka telah menghadirkan kembali, dalam bentuk baru, "kisah kepahlawanan agung" dari perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim Ba'ath Irak terhadap Iran, serta membangkitkan kembali kenangan akan pertempuran bersejarah Badar dan Khaibar.
Menurut sebuah laporan, Iran menyesuaikan taktik rudal dan drone-nya selama agresi AS baru-baru ini, yang semakin menantang pertahanan udara AS di seluruh Asia Barat.
Ia menambahkan bahwa melalui manajemen medan perang yang inovatif di bawah kepemimpinan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dan dengan pertolongan Ilahi, pasukan tersebut telah membuka jalan baru bagi perlawanan di kalangan masyarakat tertindas di seluruh dunia; sementara kemampuan mereka untuk memaksakan kehendak kepada musuh menjadi bukti bahwa tatanan Islam pada akhirnya dapat berjaya secara global.































