loading...
Baru-baru ini, tim Otto Media Singapura, mitra dari platform perdagangan multi-aset global Slickorps, melakukan kunjungan ke pusat teknologi Slickorps di New York. Foto/Dok. SindoNews
NEW YORK - Baru-baru ini, tim Otto Media Singapura, mitra dari platform perdagangan multi-aset global Slickorps, melakukan kunjungan ke pusat teknologi Slickorps di New York. Kedua pihak mengadakan diskusi mendalam mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), pembangunan infrastruktur teknologi finansial, serta arah pengembangan ekosistem digital di Asia Tenggara.
Pertemuan ini berlangsung dengan dukungan dari tim teknologi Slickorps Ventures. Sebagai entitas yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi dan dukungan infrastruktur di balik merek Slickorps, Slickorps Ventures secara konsisten melakukan riset teknologi serta membangun kapabilitas dalam bidang inovasi teknologi finansial, pengembangan sistem perdagangan, dan peningkatan layanan digital. Baca juga: Ekosistem Digital Dorong Kreator Lokal Tembus Pasar Global
CEO Slickorps Ventures, Amir Tayler, serta Chief Operating Officer (COO) Miller Acosta hadir mewakili tim dalam kegiatan pertukaran tersebut. Sementara itu, tim manajemen Otto Media Singapura diwakili oleh Sekretaris Umum Jonathan Lee Ming Xuan dan Chief Legal & Compliance Officer Marcus Tan Zhi Heng yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Dalam sesi pertukaran tersebut, Amir Tayler memperkenalkan upaya Slickorps dalam membangun kemampuan layanan untuk pasar global serta membagikan pengalaman tim Slickorps Ventures dalam penelitian penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan infrastruktur teknologi finansial. ”Ke depan, Slickorps berharap dapat menjalin kerja sama terbuka dengan para mitra ekosistem untuk bersama-sama mengeksplorasi arah penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai layanan keuangan,” katanya, Senin (24/8/2026).
Ia menekankan bahwa seiring semakin luasnya penerapan AI, persaingan di industri ke depan tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi. Tetapi juga membutuhkan dukungan kemampuan layanan lokal, sistem operasional yang sesuai dengan regulasi, serta pembangunan nilai jangka panjang.
Setelah kunjungan selesai, kedua pihak mengadakan konferensi video jarak jauh untuk membahas tindak lanjut dari kerja sama strategis yang telah disepakati sebelumnya. Tim dari kedua pihak mengikuti pertemuan tersebut secara langsung dari lokasi di New York, sementara pemegang saham Otto Media, Mark, serta Chief Executive Officer (CEO) Edwin Kertanagara bergabung melalui sambungan video.
Pemegang saham Otto Media, Mark, menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama strategis sebelumnya di Jakarta menjadi titik awal penting bagi kolaborasi kedua pihak. Pertukaran kali ini semakin memperdalam pemahaman kedua belah pihak mengenai kemampuan teknologi serta kebutuhan pasar.































