loading...
Karen Mulder. Foto: Vogue
JAKARTA - Nama Karen Mulder, supermodel asal Belanda yang pernah merajai panggung mode dunia, kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Perbincangan ini mencuat seiring dirilisnya sejumlah dokumen terkait jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein . Meski nama Mulder tidak tercantum dalam berkas tersebut, kisah masa lalunya kembali disorot dan dikaitkan dengan diskusi lebih luas soal dugaan eksploitasi oleh pria-pria berkuasa.
Pada awal 2000-an, Karen Mulder sempat membuat publik geger lewat serangkaian tuduhan pelecehan seksual. Ia mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh sejumlah tokoh berpengaruh, mulai dari politisi, petugas polisi, eksekutif industri modeling, hingga anggota keluarga kerajaan. Klaim tersebut kala itu justru menuai keraguan dan membuat Mulder perlahan menghilang dari sorotan publik.
Kini, di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap kasus-kasus pelecehan yang melibatkan elit global, kisah Mulder kembali muncul dan diperdebatkan. Banyak warganet menilai pengakuannya dulu terlalu cepat diabaikan, sementara yang lain mengingatkan bahwa sebagian besar klaim tersebut tidak pernah diverifikasi secara hukum.

Baca Juga : Terjebak Skandal Orang Tua, Putri Eugenie Jalani Masa Tersulit dalam Hidupnya
Karier Gemilang di Dunia Mode
Dikutip dari Sunday Guardian Karen Mulder lahir di Vlaardingen, Belanda, dan mulai dikenal luas pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Ia menjelma menjadi salah satu supermodel paling sukses di masanya, berjalan di panggung peragaan busana paling prestisius dan membintangi kampanye rumah mode ternama seperti Versace, Dior, Chanel, Yves Saint Laurent, dan Valentino.
Wajahnya menghiasi berbagai edisi internasional Vogue, dan ia juga tercatat sebagai salah satu model awal Victoria’s Secret, membantu mendefinisikan era supermodel tahun 1990-an. Postur tinggi, rambut pirang, dan fitur wajahnya yang ikonik membuatnya dijuluki sebagai “Barbie di kehidupan nyata”.
































