Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?

11 hours ago 5

loading...

Jika harus memilih satu antara puasa Tasua dan Asyura, Asyura lebih diutamakan, namun mengerjakan keduanya tetap menjadi pilihan paling sempurna.Foto ilustrasi/ist

Puasa Tasua dan puasa Asyura sering disandingkan, bahkan dianggap mirip, tapi sebenarnya keduanya punya kedudukan dan sejarah yang berbeda dalam syariat Islam. Lantas mana yang lebih utama dari dua puasa ini?

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sementara puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Keduanya berurutan dan sering dikerjakan secara berkesinambungan oleh banyak Muslim di bulan Muharram .

Perbedaan paling menyolok ada pada sejarahnya. Asyura sudah ada jauh sebelum Islam datang, sementara Tasua justru ditetapkan Rasulullah SAW belakangan sebagai pembeda dari praktik kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari kesepuluh saja.


Mana yang Lebih Utama?

Setelah memahami perbedaannya, pertanyaan yang paling sering muncul akhirnya bisa dijawab dengan lebih jelas berdasarkan dalil yang ada.

Baca juga: Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar dan disebutkan langsung oleh Rasulullah SAW: “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Sementara puasa Tasua, meski tidak memiliki keutamaan penghapus dosa secara khusus, punya kedudukan penting sebagai bentuk kehati hatian Rasulullah SAW. Beliau bersabda menjelang wafatnya:

“Sungguh, jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua).” (HR. Muslim)

Berdasarkan kedua hadis ini, Asyura adalah puasa yang lebih utama karena memiliki keutamaan penghapus dosa yang sangat besar, sementara Tasua berfungsi sebagai penyempurna dan pembeda dari tradisi sebelumnya.

Bolehkah Hanya Mengamalkan Salah Satunya?

Tentu boleh. Jika hanya mampu mengerjakan satu hari saja, dahulukan puasa Asyura karena keutamaannya yang lebih besar dan dalilnya yang lebih tegas tentang penghapusan dosa.

Namun jika memungkinkan, mengerjakan keduanya secara berurutan adalah yang paling sempurna dan paling sesuai dengan apa yang diinginkan Rasulullah SAW, sebagaimana tergambar dari hadis beliau yang berniat berpuasa di hari kesembilan sebagai pelengkap.

Jadi, puasa Tasua dan Asyura memang berbeda dari sisi sejarah dan keutamaan, tapi keduanya sama sama membawa nilai ibadah yang besar di bulan Muharram. Dan, jika harus memilih satu, Asyura lebih diutamakan, namun mengerjakan keduanya tetap menjadi pilihan paling sempurna.

Baca juga: Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?

(wid)

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |