loading...
Proyek Kebebasan Selat Hormuz yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump dapat menyebabkan eskalasi berbahaya jika Iran memilih melawannya. Foto/US CENTCOM
TEHERAN - Project Freedom atau Proyek Kebebasan yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat menyebabkan eskalasi berbahaya jika Iran memilih untuk melawannya. Misi itu melibatkan pengerahan lebih dari 100 pesawat dan kapal perang Amerika.
“Iran memiliki sejumlah besar drone dan kapal kecil yang dapat membuat ini sangat, sangat sulit,” kata Harlan Ullman, pakar keamanan dari Killowen Group, kepada Al Jazeera, Senin (4/5/2026).
Bacaa Juga: Tembus Blokade AS, Kapal Tanker Iran Kedua Memasuki Selat Lombok Indonesia
“Saya tidak ingin melihat konfrontasi di mana kapal perang Amerika terkena serangan, karena kemudian Amerika tidak akan memiliki pilihan lain selain membalas," lanjut dia.
Dia menyatakan harapan bahwa pengumuman Trump menandai "terobosan" diplomatik yang dilakukan dalam koordinasi dengan Iran dan para mediator dalam perundingan antara kedua negara.
“Saya berharap Pakistan, Oman, atau Arab Saudi berperan dalam semacam pra-negosiasi untuk memungkinkan hal ini terjadi,” katanya.
Ullman mengatakan keberhasilan pada akhirnya membutuhkan diplomasi. “Satu-satunya solusi untuk krisis ini adalah pembukaan kembali selat tersebut, diikuti dengan negosiasi diplomatik yang panjang dengan Iran untuk mengatasi ambisi nuklirnya," paparnya.
"Jika misi ini merupakan langkah awal yang matang, selamat kepada pemerintahan Trump. Tetapi jika hanya setengah matang dan mengarah pada eskalasi, itu bisa menjadi bencana," imbuh dia.
Dia menambahkan, “Negosiasi, bukan pengeboman, adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini tanpa mengganggu tatanan ekonomi internasional.”































