loading...
Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed kontak langsung Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud via surat, tanpa melalui Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Foto/SPA
RIYADH - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed mengirim surat langsung kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang sudah lanjut usia. Langkah ini dinilai oleh diplomat Barat dan Arab sebagai upaya untuk melewati Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), sosok yang memiliki kekuasaan besar di Kerajaan Arab Saudi.
Sejumlah media Arab Saudi dan UEA melaporkan bahwa pemimpin UEA tersebut mengirimkan surat tulisan tangan kepada Raja Salman yang berusia 90 tahun.
Baca Juga: Eks Jenderal Israel Ledek Arab Saudi: Hanya Macan Kertas, Punya Senjata Canggih tapi...
Situs berita Arab Saudi melaporkan bahwa surat tersebut membahas kondisi hubungan antara kedua negara tetangga di Teluk itu. Sementara kantor berita resmi UEA, WAM, melaporkan bahwa surat tersebut merupakan undangan pribadi kepada Raja Salman untuk menghadiri konferensi air yang disponsori PBB di Abu Dhabi pada Desember mendatang.
Para pengamat kawasan Teluk mengatakan surat tersebut mencerminkan hubungan yang rumit antara putra mahkota Arab Saudi dan pemimpin UEA.
“Pihak Emirat merasa tidak punya pilihan lain selain langsung menuju ke puncak,” kata seorang pejabat Barat yang mengetahui masalah tersebut kepada Middle East Eye (MEE).
“MBS tidak akan senang dengan pendekatan ini,” ujarnya, merujuk pada Mohammed bin Salman yang umum dikenal dengan inisial MBS.
Raja Salman naik takhta pada 2015 setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal dunia. Raja Salman jarang melakukan perjalanan ke luar negeri. Kunjungan terakhirnya yang diketahui publik adalah ke Tunisia pada 2019 untuk menghadiri KTT Liga Arab.
Sementara itu, putranya, Mohammed bin Salman, merupakan penguasa de facto Arab Saudi dan mengendalikan berbagai pusat kekuasaan utama pemerintahan. Dia juga mewakili kerajaan di tingkat tertinggi. Baru-baru ini, Mohammed bin Salman menyelesaikan kunjungan selama dua hari ke Prancis dan bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas kesepakatan bilateral serta situasi di Timur Tengah.































