Perindo Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Transportasi seusai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

9 hours ago 2

loading...

Wakil Ketua Umum Partai Perindo Manik Marganamahendra. Foto/Istimewa

JAKARTA - Kecelakaan di pelintasan kereta api kembali menguak persoalan mendasar dalam tata kelola transportasi publik, terutama terkait aspek keselamatan dan kapasitas layanan. Peristiwa berulang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih sistemik agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung aman dan berkelanjutan.

Insiden di Bekasi Timur menjadi momentum untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi, tidak hanya pada penanganan insiden, tetapi juga pada pembenahan struktur layanan dan infrastruktur.

Dorongan Evaluasi Sistemik dan Empati Publik

Wakil Ketua Umum Partai Perindo Manik Marganamahendra menyampaikan dukacita atas kejadian tersebut saat dihubungi, Kamis (30/4/2026), seraya berharap korban mendapatkan penanganan terbaik.

"Kami mengucapkan duka yang mendalam atas kejadian kecelakaan di pelintasan kereta api di Bekasi Timur. Doa kami menyertai seluruh korban yang terdampak," ucap Manik.

Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah

Dia menilai pembenahan transportasi harus dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial. Pendekatan tersebut dinilai penting agar akar persoalan dapat diidentifikasi secara utuh.

"Penting agar pejabat publik memiliki pengalaman yang sama dengan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Dengan begitu, persoalan yang ada dapat dilihat secara lebih utuh," kata dia.

Tekankan Keselamatan dan Tuntutan Perbaikan Infrastruktur

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo Dina Masyusin juga menyoroti aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam sistem transportasi publik.

Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Seluruh Ahli Waris Sudah Terima Santunan Jasa Raharja

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |