Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060

3 hours ago 3

loading...

Pemerintah menargetkan penggunaan SAF sebagai campuran bahan bakar pesawat mencapai 30–50% pada 2060. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pemerintah menargetkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai campuran bahan bakar pesawat mencapai 30–50% pada 2060 sebagai bagian dari upaya mendorong industri penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan baku utama yang disiapkan untuk pengembangan SAF berasal dari minyak jelantah serta limbah organik lainnya.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman mengatakan implementasi SAF akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan penggunaan campuran sekitar 1 persen yang saat ini masih dalam tahap evaluasi.

"Kita akan bertahap, 1% kita evaluasi bagaimana teknologi itu bisa digunakan oleh mesin pesawat. Kemudian nanti tentu secara bertahap akan meningkat pada tahun 2060 bisa mencapai 30 sampai 50% blended SAF-nya," kata Sokhib usai Rapat Umum Anggota (RUA) INACA 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?

Menurut Sokhib, salah satu tantangan utama pengembangan SAF adalah ketersediaan bahan baku karena produksi bahan bakar tersebut bergantung pada pengumpulan limbah, seperti minyak jelantah dari rumah tangga maupun industri, bukan berasal dari minyak bumi. Karena itu, penguatan rantai pasok bahan baku menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi program.

Ia mengatakan uji coba penggunaan SAF dengan kadar campuran 1 persen telah dilakukan pada penerbangan domestik. Pemerintah menargetkan implementasi awal SAF pada penerbangan internasional mulai 2027 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyesuaikan kesiapan pasokan dari Pertamina.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |