loading...
HWB Purwakarta meraih penghargaan Indonesia Property Record sebagai Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia dari Indonesia Property Watch (IPW). Foto/Dok. SindoNews
SERANG - Upaya LippoLand untuk memperluas akses kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau di Indonesia, mendapat pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record. Penghargaan diberikan kepada Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta sebagai Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, kepada Partner HWB Purwakarta, Iwang Prejady. Disaksikan Chief Operating Officer HWB Purwakarta & Serang, I Putu Adi Sastrawan, Chief Executive Officer LippoLand, David Iman Santosa, dan Chief Marketing Officer LippoLand, Jopy Rusli di kawasan HWB Serang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Pengakuan ini dengan sendirinya juga menegaskan kontribusi LippoLand dalam mengembangkan pilihan hunian komersial yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Khususnya di kawasan dengan aktivitas ekonomi dan industri yang berkembang. Baca juga: Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Bisa Hidup Layak
Melalui HWB, LippoLand mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah. Namun juga pada bagaimana hunian dapat berada dalam jangkauan masyarakat, terhubung dengan pusat pekerjaan dan aktivitas ekonomi, serta berkembang bersama ekosistem kawasan.
Menurut Indonesia Property Watch, HWB Purwakarta telah menjadi tolok ukur baru dalam kepemilikan rumah yang terjangkau sekaligus model yang terukur untuk membantu menjawab tantangan backlog perumahan di Indonesia. Ali Tranghanda mengatakan, kebutuhan hunian terjangkau perlu dijawab dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga lokasi, akses terhadap pusat kegiatan ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menjangkaunya.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” katanya.












































