Dua Hari Terganggu, Sistem Kelistrikan di Sumbar Kembali Pulih 100%

8 hours ago 7

loading...

PT PLN (Persero) berhasil menuntaskan proses normalisasi jaringan secara menyeluruh setelah sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Sumatera Barat. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil menuntaskan proses normalisasi jaringan secara menyeluruh setelah sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Sumatera Barat sempat mengalami gangguan pasokan selama dua hari terakhir. Dengan rampungnya pemulihan interkoneksi tersebut, seluruh masyarakat di ranah Minang kini dipastikan dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan domestik secara normal.

"Alhamdulillah sistem kelistrikan di Sumbar pagi tadi sudah bisa menyala 100%," ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat Arjun Karim, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Dirut PLN Ungkap Kronologi dan Penanganan Insiden Padam Listrik Masal di Pulau Sumatera

Ia mengungkapkan keberhasilan pemulihan sistem secara total tersebut tercapai tepat pada pukul 05.11 WIB setelah tim teknis di lapangan bekerja secara maraton. Arjun menjelaskan rangkaian proses pemulihan telah diupayakan sejak gangguan pertama kali muncul akibat adanya keterbatasan daya pada unit pembangkit. Kendati dilakukan percepatan, PLN tetap mengedepankan tahapan pemulihan yang sesuai dengan prosedur teknis demi menjamin keamanan personel serta stabilitas sistem jaringan hulu ke hilir.

Berdasarkan analisis teknis PLN, pemadaman yang melanda Sumatera Barat dalam dua hari terakhir dipicu oleh kenaikan drastis pada konsumsi listrik masyarakat. Lonjakan kebutuhan yang masif tersebut sayangnya tidak diimbangi dengan ketersediaan kapasitas pembangkit yang memadai di wilayah operasional setempat.

Arjun memaparkan sistem kelistrikan di Sumatera Barat sempat mengalami defisit pasokan daya yang cukup besar hingga mencapai angka ratusan megawatt. Beban puncak di wilayah tersebut tercatat melonjak hingga 680 megawatt (MW), sementara kemampuan pasokan daya riil yang tersedia saat gangguan terjadi hanya sebesar 440 MW sehingga memicu defisit hingga 240 MW.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |