loading...
Hizbullah menggunakan drone serat optik yang ditakuti Israel. Foto/X/@putnik833
BEIRUT - Drone serat optik murah Hizbullah menciptakan tantangan baru bagi pasukan Israel di Lebanon selatan. Itu memaksa militer Israel untuk menyesuaikan taktiknya melawan ancaman yang semakin mematikan.
Militer Israel - yang dianggap sebagai salah satu yang paling maju di dunia - telah mengkonfirmasi dua tentara dan satu kontraktor sipil tewas dalam serangan drone peledak dalam waktu kurang dari seminggu, dengan beberapa lainnya terluka meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak pertengahan April.
Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Senjata Paling Mematikan bagi Israel, Ini 4 Keunggulannya
1. Murah dan Mudah seperti Mainan Anak-anak
Perangkat-perangkat tersebut kecil, murah, dan mudah didapatkan, seperti "mainan anak-anak," jelas Orna Mizrahi, seorang peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS), dilansir Al Arabiya.
"Militer Israel saat ini tidak memiliki respons untuk itu, karena mereka tidak mempersiapkan diri untuk bahan peledak berteknologi rendah seperti itu," katanya kepada AFP.
Israel telah memerangi Hizbullah Lebanon sejak awal Maret, mengerahkan pasukan ke selatan negara tetangga untuk menghadapi kelompok militan yang didukung Iran tersebut.
Sejak saat itu, kekerasan terus berlanjut, dengan kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
2. Bukan Berteknologi GPS dan Radio
Tidak seperti drone konvensional yang dipandu oleh GPS atau radio, yang karenanya dapat dihalangi, Hizbullah menggunakan perangkat yang terhubung ke lokasi peluncurannya melalui kabel serat optik tipis yang dapat membentang hingga puluhan kilometer.
Operator mengendalikan drone dalam tampilan orang pertama (FPV) menggunakan layar atau kacamata realitas virtual yang hanya membutuhkan pelatihan terbatas.
“Karena drone tidak mengirimkan gambar melalui siaran radio dan tidak menerima perintah panduan melalui penerima radio, drone tersebut tidak dapat dideteksi oleh sarana intelijen elektronik atau diblokir melalui peperangan elektronik,” kata Arie Aviram, seorang ahli yang telah menulis tentang subjek ini untuk INSS.































