loading...
Kata Al-Baqarah sendiri berarti sapi betina. Penamaan ini merujuk pada perintah Allah SWT kepada Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina sebagai jalan mengungkap pelaku pembunuhan yang misterius. Foto ilustrasi/ist
Asal-usul nama Surat Al Baqarah ini menarik untuk disimak dan diketahui umat Muslim. Bagaimana kisah penamaan surat tersebut? Berikut ulasannya.
Al-Qur'an terdiri atas 114 surat yang masing-masing memiliki nama dengan latar belakang berbeda. Sebagian nama surat diambil dari kata yang terdapat pada awal ayat, seperti Surat Ar-Rahman, Yasin, dan Al-Waqi'ah. Ada pula yang mencerminkan tema utama pembahasannya, seperti Surat An-Nisa' yang banyak mengulas hukum-hukum terkait perempuan.
Sementara itu, Surat Al-Baqarah memperoleh namanya dari sebuah kisah penting yang termuat dalam ayat 67-73. Kata Al-Baqarah sendiri berarti "sapi betina". Penamaan ini merujuk pada perintah Allah SWT kepada Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina sebagai jalan mengungkap pelaku pembunuhan yang misterius.
Misteri Pembunuhan di Kalangan Bani Israil
Kisah tersebut bermula ketika seorang laki-laki kaya raya dari kalangan Bani Israil ditemukan tewas terbunuh. Korban diketahui tidak memiliki keturunan sehingga kematiannya memicu perselisihan mengenai siapa yang bertanggung jawab sekaligus siapa yang berhak atas harta warisannya.
Baca juga: Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Karena tidak menemukan titik terang dan khawatir terjadi pertumpahan darah akibat saling menuduh, Bani Israil mendatangi Nabi Musa AS untuk meminta petunjuk.
Setelah mendengar persoalan itu, Nabi Musa AS menyampaikan firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina." (QS Al-Baqarah: 67)
Namun, jawaban tersebut justru membuat mereka heran.
"Apakah engkau hendak menjadikan kami sebagai bahan ejekan?" tanya mereka.
Nabi Musa AS segera menepis anggapan tersebut.
"Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh."
Jawaban itu menegaskan bahwa perintah tersebut adalah wahyu Allah, bukan candaan ataupun ejekan.
Banyak Bertanya Justru Menyulitkan
Pada awalnya Allah SWT tidak menentukan secara rinci jenis sapi yang harus disembelih. Artinya, sapi betina apa pun sebenarnya telah memenuhi perintah tersebut.
Namun, Bani Israil justru terus mengajukan pertanyaan. Mereka meminta Nabi Musa AS menjelaskan usia sapi yang dimaksud. Allah SWT kemudian menjawab bahwa sapi tersebut tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, melainkan pertengahan. Belum puas, mereka kembali bertanya mengenai warnanya.
Allah SWT menjelaskan bahwa sapi itu berwarna kuning tua yang cerah dan sedap dipandang. Mereka masih juga merasa belum jelas, lalu kembali meminta penjelasan lebih rinci.

































