loading...
Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan pelarangan impor perangkat robotik canggih buatan luar negeri-khususnya menyasar manufaktur asal China. Foto/Dok
JAKARTA - Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan pelarangan impor perangkat robotik canggih buatan luar negeri-khususnya menyasar manufaktur asal China . Keputusan drastis blokir impor robot humanoid China ini diambil di tengah kian memanasnya rivalitas geopolitik dan teknologi antara Washington dan Beijing untuk menguasai domain kecerdasan buatan (AI) .
Otoritas AS bergeming bahwa langkah ini diambil guna memangkas 'risiko' terhadap keamanan nasional Negeri Paman Sam -julukan AS-. Dengan dalih keamanan nasional, robot dianggap berpotensi menjadi mata-mata.
Menurut pernyataan resmi FCC, perangkat robotik otonom serta komponen pendukung daya pusat data dari luar negeri memiliki celah kerentanan yang dapat dimanfaatkan oleh aktor asing. Pemerintah AS mengklaim teknologi robotik canggih tersebut berpotensi digunakan untuk menjalankan aksi pengintaian (surveillance), mencuri data sensitif, memberi akses kendali jarak jauh, hingga melancarkan serangan siber berskala masif.
Baca Juga: Perang Chip Memanas: China Pukul Balik AS, Jadikan Raksasa AI Nvidia sebagai Sandera
"Langkah ini berlaku untuk seluruh model robotik canggih baru. Perangkat yang sebelumnya telah mengantongi izin dari FCC mendapatkan pengecualian dari larangan impor ini," jelas pernyataan resmi FCC.
Pelarangan robot humanoid ini memperpanjang deretan sanksi teknologi yang diluncurkan Washington sejak 2022, mulai dari blokir ekspor chip AI canggih, pembatasan alat pembuat semikonduktor, hingga larangan investasi warga AS di sektor teknologi China.
Ketegangan makin meruncing setelah Gedung Putih dan raksasa AI Anthropic menuding startup asal China, Moonshot AI, menggunakan teknik 'distillation' untuk melatih model Kimi K3 milik mereka dengan memanfaatkan teknologi AS secara ilegal.































