Aging Population, Sandwich Generation, dan Perlunya Upaya Menjaga Ketahanan Lansia

3 hours ago 5

loading...

Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN Prof. Budi Setiyono. Foto/Istimewa.

Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D

Indonesia sedang memasuki babak baru pembangunan kependudukan. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menandai tonggak penting dalam perjalanan pembangunan kependudukan Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia secara resmi memasuki fase aging population, yaitu ketika proporsi penduduk lanjut usia mencapai 11,97 persen dari total penduduk.

Pada saat yang sama, laju pertumbuhan penduduk melambat menjadi 1,08 persen per tahun, Total Fertility Rate (TFR) turun menjadi 2,13 anak per perempuan, mendekati tingkat penggantian (replacement level), sementara rasio ketergantungan meningkat menjadi 45,05. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur umur penduduk Indonesia sedang mengalami perubahan yang mendasar.

Namun, keberhasilan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Semakin banyak keluarga yang harus memenuhi kebutuhan dua generasi sekaligus, yaitu anak-anak yang masih menjadi tanggungan dan orang tua yang memasuki usia lanjut. Fenomena ini dikenal sebagai sandwich generation.

Perubahan tersebut sesungguhnya merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Masyarakat Indonesia hidup lebih lama, kualitas kesehatan semakin baik, dan angka kematian terus menurun. Namun, perubahan demografi tersebut juga membawa konsekuensi baru yang perlu diantisipasi, yaitu meningkatnya kebutuhan perlindungan sosial bagi lansia serta bertambahnya beban yang ditanggung oleh penduduk usia produktif.

Dalam ilmu kependudukan, kondisi ini dikenal sebagai konsekuensi dari transisi demografi, yaitu perubahan struktur penduduk akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup. Hampir seluruh negara yang berhasil meningkatkan kualitas hidup penduduk akan memasuki fase ini. Tantangannya bukan terletak pada meningkatnya jumlah lansia, melainkan pada kesiapan sistem keluarga, ekonomi, kesehatan, dan perlindungan sosial dalam menghadapi perubahan tersebut.

Dari Perubahan Struktur Penduduk Menuju Perubahan Struktur Keluarga

Apabila SUPAS 2025 menggambarkan perubahan struktur penduduk pada tingkat nasional, maka Pendataan Keluarga (PK) Kemendukbangga/BKKBN memperlihatkan lebih lanjut bagaimana perubahan tersebut telah dirasakan langsung oleh keluarga Indonesia.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |