loading...
Sebagai seorang muslim, kita harus memahami dan meyakini bahwa setiap yang ada di alam semesta merupakan sunnatullah dari Allah. Semuanya berjalan atas hukum, aturan, ukuran, dan ketetapan dari Allah SWT. Foto ilustrasi/ist
Beragam bencana alam masih menjadi bagian dari kehidupan manusia. Gempa bumi, gunung meletus, banjir, kebakaran hutan hingga berbagai fenomena alam lainnya dapat terjadi di berbagai wilayah.
Dalam perspektif Islam, setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta tidak terlepas dari ketetapan Allah SWT . Namun, hal tersebut bukan berarti manusia hanya diminta pasrah tanpa melakukan ikhtiar. Al-Qur'an justru mengajarkan umat Islam untuk menghadapi berbagai peristiwa dengan keimanan, introspeksi, ikhtiar, kepedulian dan doa.
Alam semesta memiliki aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Manusia dengan keterbatasan akalnya tidak selalu mampu memahami seluruh proses yang terjadi di balik sebuah fenomena alam .
Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 17:
أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memahami."
Ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa berbagai fenomena alam merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Baca juga: Kisah Saba, Negeri Makmur yang Hancur karena Suap dan Korupsi Lantas, bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap ketika menghadapi bencana?
1. Menjadikan Bencana sebagai Momentum Introspeksi
Islam mengajarkan manusia untuk melakukan evaluasi ketika terjadi berbagai peristiwa yang menimbulkan penderitaan.
Al-Qur'an menyebut bahwa sebagian kerusakan di darat dan laut dapat terjadi akibat perbuatan manusia.
Allah SWT berfirman:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS Ar-Rum: 41)
Ayat ini menjadi pengingat agar manusia tidak hanya melihat bencana dari sisi fenomena alam, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap perilakunya.
Misalnya, ketika terjadi banjir, masyarakat perlu melihat kembali bagaimana lingkungan dikelola. Demikian pula ketika terjadi kebakaran hutan, kerusakan ekosistem dan berbagai persoalan lingkungan lainnya.






































