loading...
Bacaan surat-surat pendek Al Quran ini dapat diamalkan untuk Salat Tarawih 23 rakaat lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Foto ilustrasi/ist
Bacaan surat-surat pendek Al Quran ini dapat diamalkan untuk Salat Tarawih 23 rakaat lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
Imam an-Nawawi dalam bukunya "Al-Majmu’" menegaskan bahwa hukum melaksanakan salat Tarawih adalah sunnah. Berdasarkan tradisi yang berkembang, salat ini dapat dilakukan dengan berbagai jumlah rakaat, namun jumlah yang paling umum adalah 11 atau 23 rakaat. Hal ini juga tercermin dari praktik yang dilakukan pada masa Umar bin Khattab yang mencatatkan salat Tarawih dengan 23 rakaat.
Urutan Bacaan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat
Salat Tarawih yang dikerjakan dalam 23 rakaat ini diawali dengan membaca surah Al-Fatihah pada setiap rakaat, diikuti dengan bacaan surah dari Al-Qur'an. Berikut adalah urutan bacaan 10 surat yang sering dibaca dalam salat Tarawih selama 23 rakaat. Surat-surat ini diawali dengan Surat At-Takatsur pada rakaat pertama hingga Surat Al-Lahab pada rakaat kesepuluh.
1. Surat At-Takatsur (الْتَّكَاثُرُ)
Bacaan pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah adalah surat At-Takatsur. Surat ini mengingatkan kita tentang kecintaan dunia dan harta yang mengalihkan perhatian kita dari tujuan hidup yang lebih penting.
Baca juga: Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Arab:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)
Latin: Alhākumut-Takātsur (1) ḥattā zurṭumul-maqābir (2) Kallā sawfa ta’lamūn (3) thumma kallā sawfa ta’lamūn (4) Kallā law ta’lamūn ‘ilmal-yaqīn (5) Latarawnal-jaḥīm (6) thumma latarawnahā ‘ayna al-yaqīn (7) thumma latus’aluṇ yawma’idhin ‘anil-na’īm (8)
Terjemahan:
1. Kamu telah dilalaikan oleh (keinginan) berlomba-lomba dalam memperbanyak harta,
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui,
4. kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
5. Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6. niscaya kamu akan melihat neraka Jahim.
7. Kemudian kamu akan melihatnya dengan pandangan mata yang yakin,
8. kemudian pada hari itu kamu akan ditanya tentang segala kenikmatan.
2. Surat Al-Asr (الْعَصْرِ)
Setelah surat At-Takatsur, pada rakaat kedua dibaca surat Al-Asr. Surat ini mengajarkan tentang pentingnya waktu dan amal shalih.
Arab:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Latin: Wal-‘Asri (1) Innal-insāna lafī khusrin (2) Illā alladhīna āmanū wa’amilū aṣ-ṣāliḥāti watawāṣaw bil-ḥaqqi watawāṣaw bis-ṣabr (3)
Terjemahan:
1. Demi waktu (Asr),
2. sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.
3. Surat Al-Humazah (الْهُمَزَةِ)
Surat Al-Humazah dibaca pada rakaat ketiga setelah Al-Fatihah. Surat ini memberikan peringatan keras bagi orang yang suka menggunjing dan menyakiti orang lain dengan kata-kata.
Arab:
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (3) كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ (4) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ (5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ (6) الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ (7) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ (8) فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ (9)
Latin: Wailul likulli humazatin lumazah (1) Alladhī jam’a mālan wa’addadahu (2) Yaḥsabu annamālahu akhladahu (3) Kallā layunbaẓanna fī l-ḥuṭamah (4) Wamā adrāka mā l-ḥuṭamah (5) Nārullāhi l-muqadah (6) Allatī tataṭṭali’u ‘alā l-af’idah (7) Innahā ‘alayhim mu’sadatan (8) Fī ‘amadin mumadadah (9)
Terjemahan:
1. Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela,
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,
4. sekali-kali tidak! Kelak dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah,
5. dan tahukah kamu apakah neraka Hutamah itu?
6. (yaitu) api Allah yang dinyalakan,
7. yang menjulang-julang ke dalam hati,
8. sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
9. di atas tiang-tiang yang panjang.
4. Surat Al-Fiil (الفِيلِ)
Surat Al-Fiil dibaca pada rakaat keempat setelah Al-Fatihah. Surat ini menceritakan tentang peristiwa tentara Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah, namun Allah menolongnya dengan mengirimkan burung Ababil.
































